![]() |
| Juri Wonderful Indonesia Award (WIA) Melakukan Verifikasi Lapangan ke Desa Panji,Jumat (9/10) |
SINGARAJA FM,-Setelah sebelumnya Desa Panji Berhasil Masuk Ke dalam 15 Besar Nominasi Wonderful Indonesia Award. 4 Juri Melakukan Verifikasi Lapangan yang datang langsung ke Desa Panji selama Dua Hari Guna melakukan Kroscek terhadap kecocokan data dan realita lapangan selama Dua Hari Jumat -Sabtu 09-10 Oktober 2026.
Juri Wonderful Indonesia Award (WIA), Agus Wiono dari ISJF Forum, mengatakan verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen persyaratan yang telah diunggah desa wisata ke platform Kementerian Pariwisata dengan kondisi nyata di lapangan.
“Verifikasi ini kami lakukan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen, indikator, dan bukti yang telah disampaikan oleh desa wisata benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, legalitas, tata kelola, sumber daya manusia, aksesibilitas, amenitas, hingga daya tarik wisata,” jelas Agus Wiono.
Ia menjelaskan, aspek kelembagaan menjadi salah satu indikator penting, termasuk legalitas pengelola desa wisata, surat keputusan pembentukan kelembagaan, serta legalitas badan usaha. Selain itu, tim juri juga memeriksa kelengkapan perencanaan pengelolaan, seperti master plan, rencana bisnis, rencana kerja, standar operasional prosedur (SOP), serta kode etik wisatawan.
“Pengelolaan desa wisata juga harus didukung sumber daya manusia yang terlatih dan kompeten. Kami melihat bagaimana pengelola menjalankan perencanaan, menerapkan SOP, serta memastikan pelayanan wisata berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.
Agus menambahkan, penilaian turut mencakup aksesibilitas, ketersediaan sarana dan prasarana umum maupun pariwisata, serta potensi atraksi alam, budaya, dan wisata yang dikembangkan oleh desa. Seluruh aspek tersebut dinilai berdasarkan indikator dan standar yang menjadi acuan dalam Wonderful Indonesia Award.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi salah satu poin penting dalam penilaian karena aktivitas pariwisata dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
“Kami juga melihat bagaimana desa wisata mengelola lingkungan dan melakukan pemantauan terhadap dampak pariwisata, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Yang tidak kalah penting, pengembangan pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi perhatian tim juri. Hal ini meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan teknologi dalam promosi destinasi, hingga digitalisasi pengelolaan keuangan dan sistem pembayaran untuk memudahkan wisatawan.
Agus menegaskan, penilaian WIA bukan semata-mata ajang kompetisi untuk menentukan desa wisata terbaik, melainkan sarana evaluasi bagi pengelola untuk mengetahui posisi dan kesiapan mereka dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
“Wonderful Indonesia Award ini bukan sekadar ajang menang-menangan atau menunjukkan siapa yang paling hebat. Justru ini menjadi kesempatan bagi desa wisata untuk melakukan introspeksi, mengetahui sejauh mana capaian mereka, serta memahami aspek apa saja yang masih perlu diperbaiki dalam perjalanan menuju pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil penilaian harus diterima secara objektif sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apabila sejumlah indikator belum terpenuhi, hal tersebut perlu dipandang sebagai bahan evaluasi dan dasar untuk melakukan pembenahan secara bertahap.
“Kalau ada indikator yang belum terpenuhi, desa wisata tidak perlu memaksakan diri untuk langsung memperbaiki semuanya dalam waktu singkat. Hasil penilaian ini harus dilihat sebagai potret kondisi saat ini, sehingga pengelola bisa mengetahui kekurangan dan menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa dari 15 desa wisata terbaik yang masuk dalam tahapan WIA tingkat nasional, Bali hanya diwakili oleh satu desa wisata. Jumlah tersebut merupakan bagian dari proses seleksi nasional yang menetapkan 15 desa wisata dari seluruh Indonesia.
Terkait tindak lanjut, ia menjelaskan bahwa desa wisata yang masuk dalam 15 besar diharapkan memperoleh pendampingan setelah proses penghargaan selesai. Pendampingan tersebut dapat dilakukan oleh Kementerian Pariwisata maupun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk pihak swasta.
“Setelah proses penghargaan, diharapkan ada pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kelemahan masing-masing desa wisata. Dengan begitu, mereka tidak hanya berhenti pada hasil penilaian, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan berpeluang mengikuti penghargaan pada tingkat regional maupun internasional,” pungkas Agus Wiono.
Perbekel Desa Panji, Jro Mangku Made Ariawan, SST.Par., MBA, menyambut baik pelaksanaan verifikasi lapangan Wonderful Indonesia Award sebagai momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pengembangan Desa Wisata Panji menuju pariwisata berkelanjutan.
“Kami menyambut baik proses verifikasi ini karena menjadi kesempatan bagi Desa Wisata Panji untuk menunjukkan potensi yang dimiliki sekaligus mengetahui aspek-aspek yang masih perlu kami benahi. Bagi kami, Wonderful Indonesia Award bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga bagaimana desa wisata dapat terus berkembang, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Panji berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan potensi wisata alam, budaya, dan kearifan lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan pariwisata desa.
“Kami ingin pengembangan pariwisata di Desa Panji tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan budaya dan tradisi, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, masukan dari tim juri akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.
.jpeg)
0Komentar