![]() |
| Petugas dari Dinas Damkar Buleleng Berhasil Evakuasi King Cobra Berukuran Besar dari Rumah Warga di Buleleng |
SINGARAJAFM,- Seekor ular king cobra ditemukan bersembunyi di bawah rak sepatu rumah warga di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (11/10/2026). Temuan ular berbisa tersebut membuat warga waspada hingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng turun tangan melakukan evakuasi.
Berdasarkan laporan Damkarmat Buleleng, laporan penyelamatan dan evakuasi diterima sekitar pukul 11.45 Wita dari Kadek Surya Nanta melalui Pusdalops. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Bidang Pemadaman dan Penyelamatan melalui Pos Kubutambahan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Petugas melakukan penanganan terhadap ular king cobra yang ditemukan di dalam rumah warga tersebut. Proses penanganan tercatat memiliki waktu respons sekitar 30 menit.
Dalam informasi awal yang beredar, panjang ular disebut mencapai sekitar lima meter. Namun, informasi lainnya menyebutkan ukuran ular tersebut sekitar 3,2 meter dengan berat kurang lebih 15 kilogram. Perbedaan data ukuran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Proses evakuasi berlangsung tanpa adanya laporan korban luka-luka maupun korban jiwa. Keberhasilan penanganan ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kemunculan ular di sekitar permukiman.
King cobra merupakan jenis ular berbisa yang dapat membahayakan manusia apabila merasa terancam. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mencoba menangkap, mendekati, atau mengusir ular berbisa secara mandiri.
Apabila menemukan ular di dalam rumah maupun lingkungan sekitar, warga disarankan menjaga jarak aman, menjauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari lokasi, serta segera menghubungi petugas berwenang untuk mendapatkan penanganan.
Peristiwa di Desa Tamblang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan petugas penyelamatan dalam menghadapi potensi bahaya satwa liar di lingkungan permukiman.

0Komentar