TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Agung Wirasutha Hadirkan “Nanem Karma Luwih”, Lagu Reflektif yang Berawal dari Ide Saat Terbangun dari Tidur

Agung Wirasutha Hadirkan “Nanem Karma Luwih”, Lagu Reflektif yang Berawal dari Ide Saat Terbangun dari Tidur

Daftar Isi
×

Agung Wirasutha

SINGARAJAFM,- Penyanyi Bali, Agung Wirasutha, menghadirkan karya musik bertajuk “Nanem Karma Luwih” yang mengangkat pesan moral tentang hukum sebab-akibat dalam kehidupan. Lagu ini berawal dari sebuah ide spontan yang muncul ketika dirinya terbangun dari tidur sesaat menjelang mengikuti sertifikasi Ahli Pembangun Integritas di LSP KPK, Jakarta.

Di tengah persiapan mengikuti sertifikasi tersebut, sebuah gagasan tiba-tiba muncul dan kemudian berkembang menjadi ide penciptaan lagu. Setelah mengikuti sertifikasi dan mendapatkan rekomendasi kompeten dari asesor, Agung melanjutkan proses kreatif dengan menyempurnakan lirik agar pesan yang ingin disampaikan dapat tergambar secara utuh melalui sebuah karya musik.

Menurut Agung Wirasutha, lagu “Nanem Karma Luwih” lahir dari kegelisahannya dalam melihat kehidupan dan perjalanan manusia yang tidak pernah terlepas dari hukum sebab-akibat. Setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan diyakini memiliki konsekuensi yang pada akhirnya akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang.

“Nanem Karma Luwih” menjadi media bagi Agung untuk menyampaikan refleksi tersebut melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Baginya, karma tidak semata-mata berkaitan dengan hukuman atau balasan atas kesalahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

“Bagi saya, karma bukan semata-mata tentang hukuman atau balasan atas kesalahan, tetapi lebih sebagai pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, yang kita tanam sebaiknya adalah kebaikan, ketulusan, dan hal-hal yang membawa manfaat bagi sesama,” ungkap Agung Wirasutha.

Dalam penggarapan musiknya, Agung kali ini berkolaborasi dengan Ngurah Adi. Kolaborasi tersebut menjadi pengalaman perdana bagi keduanya dalam proses penggarapan karya ini. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif untuk menerjemahkan pesan yang terkandung dalam lirik ke dalam sajian musik yang diharapkan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Bagi Agung, makna “Nanem Karma Luwih” merupakan ajakan untuk menjalani kehidupan dengan kesadaran yang lebih baik. Manusia tidak seharusnya hanya berfokus pada apa yang ingin diperoleh, tetapi juga perlu memperhatikan apa yang sedang ditanam melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan pada hari ini.

Pesan utama yang ingin disampaikan melalui lagu ini adalah pentingnya menjaga konsistensi dalam berbuat baik, meskipun hasilnya tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Kebaikan, menurutnya, tetap memiliki arti dan akan meninggalkan jejak dalam perjalanan hidup seseorang.

“Kalau kita ingin memanen kebaikan, maka tanamlah kebaikan. Jangan lelah berbuat baik meskipun terkadang hasilnya tidak langsung terlihat, karena setiap perbuatan pasti meninggalkan jejak,” tuturnya.

Melalui “Nanem Karma Luwih”, Agung Wirasutha berharap karya tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menghadirkan ruang perenungan bagi siapa pun yang mendengarkannya. Ia ingin lagu ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bersikap, menghargai sesama, serta terus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran lagu ini sekaligus menjadi bentuk penyampaian pesan moral melalui musik. Dengan mengangkat nilai yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bali dan relevan secara universal, “Nanem Karma Luwih” mengajak pendengarnya untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki arti dan konsekuensi.

Bagi Agung Wirasutha, menanam kebaikan merupakan pilihan yang dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Sebab, apa yang dilakukan hari ini tidak hanya membentuk diri sendiri, tetapi juga turut memberikan pengaruh terhadap orang lain dan lingkungan sekitar.

Berawal dari ide spontan di sela-sela persiapan sertifikasi hingga diwujudkan melalui kolaborasi perdana bersama Ngurah Adi, “Nanem Karma Luwih” menjadi refleksi perjalanan kreatif Agung Wirasutha dalam menyampaikan pesan kehidupan melalui musik: jika ingin menuai kebaikan, jangan pernah berhenti menanam kebaikan. 

0Komentar

sn
sn
Special Ads