TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Dampak Dugaan Keracunan 16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa,  SPPG Penyedia MBG  Dibekukan Selama Dua Pekan

Dampak Dugaan Keracunan 16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa, SPPG Penyedia MBG Dibekukan Selama Dua Pekan

Daftar Isi
×
Foto Ilustrasi

SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten Buleleng mengambil langkah tegas menyikapi kasus dugaan keracunan yang dialami 16 siswa SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah tersebut dibekukan sementara selama dua pekan untuk menjalani evaluasi menyeluruh.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan pembekuan operasional dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG benar-benar terpenuhi. Evaluasi akan mencakup pengelolaan makanan, kebersihan, higienitas, hingga kelayakan sanitasi tempat pengolahan.

“SPPG yang melayani SDN 3 Banjar Jawa sudah kita suspend selama dua minggu. Selama masa pembekuan ini, evaluasi total akan dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas Pemkab Buleleng,” tegas Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Sanksi pembekuan tersebut diketahui telah diterbitkan oleh BGN sejak Rabu (7/10/2026). SPPG yang dikenai sanksi adalah SPPG Buleleng Kaliuntu.

Sutjidra mengakui, penghentian sementara operasional SPPG tersebut berpotensi memengaruhi distribusi makanan MBG ke sejumlah sekolah penerima manfaat lainnya di wilayah Singaraja. Untuk mengantisipasi terganggunya pelayanan, pemerintah membuka opsi pengalihan pasokan kepada SPPG lain yang masih beroperasi dan siap memenuhi kebutuhan sekolah.

“Dengan di-suspend-nya SPPG ini, sekolah lain tentu terkena dampak. Maka dari itu, sementara waktu pasokannya mungkin bisa dialihkan ke SPPG lain yang siap,” jelasnya.

Di sisi lain, penyebab pasti dugaan keracunan yang menimpa 16 siswa pada Selasa (6/10/2026) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan langsung dengan konsumsi makanan MBG.

Sutjidra menyebutkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng telah bergerak mengambil sampel makanan setelah muncul laporan siswa mengalami mual, pusing, dan sakit perut. Namun, hingga Rabu (14/10/2026), hasil resmi pengujian laboratorium belum diterimanya.

“Setiap ada keluhan siswa yang mual atau mules setelah mengonsumsi MBG, tim Dinkes langsung turun mengambil sampel makanan. Sampai hari ini saya belum menerima laporan resmi hasil uji laboratoriumnya. Yang jelas, langkah pencegahan awal dengan pembekuan SPPG dan evaluasi higienitas tempat pengolahan sudah kita jalankan,” tegas pria asal Desa Bontihing tersebut.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan di SDN 3 Banjar Jawa sempat memunculkan sejumlah pertanyaan. Berdasarkan catatan pihak sekolah, beberapa siswa yang mengalami gejala medis diketahui tidak mengonsumsi menu MBG. Sebagian di antaranya disebut sempat mengikuti agenda imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) dan mengonsumsi bekal yang dibawa dari rumah.

Kondisi tersebut membuat penyebab munculnya gejala pada para siswa masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan medis dan hasil pengujian laboratorium.

Pembekuan SPPG selama dua pekan menjadi langkah awal pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan MBG di wilayah tersebut. Kepastian penyebab kejadian tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi agar penanganan dan tindak lanjut dapat dilakukan berdasarkan bukti, sekaligus memastikan keamanan makanan bagi seluruh siswa penerima manfaat program.

0Komentar

sn
sn
Special Ads