TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Perumda Tirta Hita Buleleng Ditarget Setor PAD Rp12 Miliar Pada 2031

Perumda Tirta Hita Buleleng Ditarget Setor PAD Rp12 Miliar Pada 2031

Daftar Isi
×
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra Melantik Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana dan Direktur Teknik I Nyoman Suwirta Masa Jabatan 2026–2031, Jumat (14/8).

SINGARAJA FM,-Direksi baru Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mendapat tantangan besar. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp12 miliar pada akhir masa jabatan 2031.

Target tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai melantik Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana dan Direktur Teknik I Nyoman Suwirta untuk masa jabatan 2026–2031, Jumat (14/8).

Sutjidra menegaskan, kontribusi PAD Perumda akan ditingkatkan secara bertahap sekitar 10 persen setiap tahun. Kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi perusahaan serta jaringan pelayanan yang telah dimiliki.

“Kita naikkan targetnya. Pokoknya saya tingkatkan 10 persen setiap tahun, sesuai dengan bunga bank. Kita realistis melalui potensi-potensi yang ada dan jaringan yang kita miliki,” ujar Sutjidra.»

Menurutnya, Perumda Tirta Hita Buleleng masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kinerja. Hal itu tercermin dari berbagai capaian perusahaan, termasuk penghargaan tingkat nasional serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil diraih secara berturut-turut.

Target PAD Naik Bertahap

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana mengatakan target Rp12 miliar tersebut menjadi tantangan bagi jajaran direksi baru.

Dalam rencana bisnis, kontribusi PAD tahun ini berada di kisaran Rp9 miliar. Selanjutnya, target akan dinaikkan secara bertahap hingga mencapai Rp12 miliar pada 2031.

“Tahun ini kita memberikan kontribusi terhadap PAD di angka Rp9 miliar. Kemudian tahun depan ditingkatkan terus jadi Rp9,5 miliar, selanjutnya naik lagi Rp10 miliar, Rp10,5 miliar, Rp11 miliar, dan di akhir masa jabatan Rp12 miliar,” kata Lestariana.»

Untuk mengejar target tersebut, Perumda akan meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan sekaligus menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).

NRW Jadi Fokus Utama

Saat ini tingkat kehilangan air Perumda Tirta Hita Buleleng berada di sekitar 21 persen, turun dari sebelumnya sekitar 23 persen. Ke depan, angka tersebut ditargetkan kembali ditekan hingga berada di kisaran 15–17,5 persen.

Penurunan NRW dinilai penting karena semakin banyak air yang berhasil disalurkan dan ditagihkan kepada pelanggan, semakin besar pula potensi pendapatan perusahaan.

Lestariana menjelaskan, kehilangan air tidak hanya disebabkan kebocoran fisik jaringan, tetapi juga faktor administratif, termasuk air yang tidak tercatat sebagai penjualan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peremajaan jaringan pipa akan dilakukan secara bertahap.

Saat ini, Perumda memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi dengan panjang sekitar 1 juta meter. Sekitar 20 persen di antaranya membutuhkan peremajaan. Bahkan, masih terdapat jaringan pipa peninggalan zaman Belanda yang hingga kini digunakan untuk mendistribusikan air.

“Jadi kalau sudah banyak terjadi kebocoran di jaringan pipa itu, otomatis segera harus dilakukan penggantian atau peremajaan,” ujar Lestariana.»

Andalkan Creative Financing

Keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat Perumda tidak ingin sepenuhnya bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah.

Karena itu, jajaran direksi baru akan mencari skema pembiayaan kreatif atau creative financing, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga maupun swasta dengan pola business-to-business (B2B).

“Kami akan gunakan skema creative financing. Kerja sama, tapi tidak mengurangi dari profit yang diterima oleh Perumda,” kata Lestariana.»

Selain mengejar kontribusi PAD sebesar Rp12 miliar pada 2031, direksi baru juga mendapat tugas meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

Peningkatan tersebut mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta perluasan cakupan pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng.

Dengan target PAD yang terus meningkat dan NRW yang ditekan, Perumda Tirta Hita Buleleng diharapkan tidak hanya semakin berkontribusi terhadap pendapatan daerah, tetapi juga mampu menghadirkan layanan air minum yang lebih optimal bagi masyarakat.

0Komentar

sn
sn
Special Ads