TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Mahasiswa Buleleng Galang Rp10,8 Juta untuk Korban Gempa Flores

Mahasiswa Buleleng Galang Rp10,8 Juta untuk Korban Gempa Flores

Daftar Isi
×
Cipayung Plus Buleleng Galang Dana Untuk Korban Gempa NTT

SINGARAJA FM,Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan sejumlah organisasi mahasiswa di Buleleng, Bali. Dalam aksi penggalangan dana yang digelar Rabu (19/8), mahasiswa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp10.810.500.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Buleleng, yakni KMHDI, PMII, HMI, IMM, dan GMKI. Penggalangan dana juga melibatkan organisasi internal kampus Al-Hikmah Undiksha serta sejumlah organisasi mahasiswa daerah, seperti Ikatan Mahasiswa Lamongan (Ikamala), Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor), dan Forum Mahasiswa Sulawesi (Formasi).

Ketua PMII Buleleng, Fauzi Hariri, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa. Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 dan sejumlah gempa susulan dilaporkan berdampak terhadap infrastruktur serta akses bantuan di sejumlah wilayah.

“Tujuan kami membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores. Karena dampaknya cukup besar, termasuk kerusakan infrastruktur dan akses bantuan yang sulit,” kata Fauzi.

Penggalangan dana dilakukan di empat titik, yakni Lampu Merah Undiksha Kampus Tengah, Lampu Merah Pantai Penimbangan, Taman Kota Singaraja, serta kawasan Buleleng Festival (Bulfest).

Dari aksi tersebut, terkumpul Rp10.210.500 dalam bentuk donasi tunai dan Rp600 ribu melalui QRIS, sehingga total mencapai Rp10.810.500.

Fauzi mengatakan seluruh dana akan disalurkan langsung kepada pihak penerima di Flores melalui transfer rekening. Bantuan tersebut nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.

“Donasi akan kami transfer langsung ke pihak penerima di Flores. Nantinya dibelikan kebutuhan yang mendesak seperti sembako dan bahan atau alat bangunan untuk perbaikan rumah warga,” ujarnya.

Menurut Fauzi, penggalangan dana awalnya hanya direncanakan berlangsung selama satu hari. Namun, mahasiswa membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila kondisi warga di Flores masih membutuhkan bantuan.

“Kalau memang kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan, kami siap melakukan aksi penggalangan dana susulan,” kata Fauzi.

Sementara itu, Ketua KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayanti, menilai antusiasme masyarakat dalam aksi tersebut cukup tinggi. Menurutnya, jumlah donasi yang terkumpul menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap korban gempa di Flores.

“Kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Ini terbukti dengan donasi yang mencapai Rp10 juta, bahkan lebih,” katanya.

Damayanti mengatakan dukungan tidak hanya datang dari masyarakat Buleleng, tetapi juga warga yang melintas di sejumlah lokasi penggalangan dana. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai kemanusiaan dan solidaritas.

“Sebagai mahasiswa Hindu, kami merealisasikan nilai-nilai agama Hindu, khususnya keharmonisan antar manusia. Sedikit bantuan ini diharapkan dapat meringankan saudara-saudara kita yang ada di Flores,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana yang terkumpul ditargetkan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak, paling lambat dua hari setelah penggalangan dana. Proses penyaluran juga akan dilakukan secara transparan.

“Donasi ini akan segera kami serahkan, paling lambat dua hari lagi. Penyalurannya akan dilakukan secara transparan dan kami akan membagikan informasinya melalui media sosial,” tandasnya.

Aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa lintas organisasi di Buleleng tidak berhenti pada kegiatan kampus, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

0Komentar

sn
sn
Special Ads