![]() |
| Gubernur Bali Wayan Koster |
SINGARAJA FM,-Bali mulai menata ulang sistem distribusi barang dengan memperkuat konektivitas antarpelabuhan. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur darat, khususnya pergerakan kendaraan berat yang selama ini melintasi sejumlah ruas jalan utama di Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pengembangan tersebut kini memasuki tahap tender dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
“Sekarang sedang mulai proses tender untuk pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang. Pada akhir tahun 2027 diharapkan selesai,” ujar Koster saat membuka Buleleng Festival 2026, Selasa (18/8) malam.
Menurut Koster, pengembangan tersebut akan dilengkapi terminal logistik khusus. Fasilitas ini nantinya memungkinkan distribusi barang dari Jawa Timur menuju Bali dilakukan melalui jalur laut tanpa seluruh kendaraan harus masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk dan melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat.
Perubahan pola distribusi tersebut dinilai penting untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalan raya. Selain berpotensi menimbulkan kemacetan, kendaraan logistik dengan muatan besar juga dapat menghadapi kendala ketika melewati ruas jalan tertentu, terutama jalur yang memiliki tanjakan.
“Tidak perlu lagi truk-truk pengangkut barang berat macet, mogok, atau menanjak yang bikin masalah di jalan raya. Nanti semua akan lewat jalur laut,” katanya.
Pengembangan Celukan Bawang juga menjadi bagian dari rencana yang lebih besar. Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan konektivitas antarpelabuhan dengan mengembangkan sejumlah titik lain di Bali, di antaranya Pelabuhan Sangsit, Amed, dan Kusamba.
Koster menyebut konsep tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan. Dengan jaringan pelabuhan yang saling terhubung, distribusi barang di Bali nantinya tidak hanya bertumpu pada satu pintu masuk dan satu jalur darat.
Skema tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan sistem logistik yang lebih merata. Barang dapat didistribusikan melalui jalur laut menuju pelabuhan yang lebih dekat dengan wilayah tujuan, sebelum kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan jarak yang lebih pendek.
Pemerintah Bali berharap pola tersebut tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga mengurangi tekanan kendaraan berat terhadap jalan raya. Dalam jangka panjang, jaringan logistik antarpelabuhan diharapkan menjadi bagian dari pembenahan sistem transportasi dan distribusi barang di Pulau Dewata.

0Komentar