![]() |
| Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG |
SINGARAJA FM,- Lovina Festival 2026 kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang promosi pariwisata dan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Selama lima hari pelaksanaan festival, nilai transaksi bazar dan UMKM berhasil menembus Rp746.788.000, mencerminkan tingginya perputaran ekonomi yang tercipta di kawasan wisata Lovina.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG saat menutup secara resmi Lovina Festival 2026 di Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Selasa (28/7). Menurutnya, besarnya nilai transaksi menjadi indikator bahwa penyelenggaraan festival mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Lovina Festival tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata. Nilai transaksi UMKM yang mencapai Rp746.788.000 menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini benar-benar mampu menggerakkan ekonomi lokal," ujar Sutjidra.
Festival yang berlangsung pada 24–28 Juli 2026 dengan mengusung tema Theatre of Dolphins juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya, alam, dan pariwisata Bali Utara kepada wisatawan. Bupati Sutjidra mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari pelaku pariwisata, hotel, restoran, pemandu wisata, komunitas kreatif, hingga para pelaku UMKM yang telah berkontribusi menyukseskan festival.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat terus meningkat dan Lovina Festival semakin memperkuat posisi Bali Utara sebagai destinasi wisata unggulan," tambahnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menerapkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival melalui pendataan pengunjung dan aktivitas ekonomi berbasis kategori UMKM lokal serta industri. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah.
"Kami ingin setiap penyelenggaraan festival memiliki data yang kuat sehingga kebijakan pengembangan pariwisata benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," jelas Sutjidra.
Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 Putu Ayu Reika Nurhaeni melaporkan festival berhasil mencatat berbagai capaian positif. Selama lima hari pelaksanaan, festival melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas dengan total 2.194 peserta, 82 booth UMKM, serta didukung 30 mitra dan sponsor.
"Jumlah kunjungan mencapai sekitar 30.000 orang, menyerap 3.928 tenaga kerja, serta mencatat transaksi UMKM dan bazar sebesar Rp746.788.000. Selain itu, festival juga turut mendorong peningkatan tingkat okupansi hotel di kawasan Lovina," ungkap Reika.
Reika menambahkan capaian tersebut semakin menegaskan Lovina Festival sebagai salah satu agenda strategis yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, memperluas peluang usaha masyarakat, sekaligus menjadi etalase promosi pariwisata Bali Utara di tingkat nasional maupun internasional.
"Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini juga akan menjadi bahan perbaikan agar Lovina Festival pada tahun-tahun mendatang semakin berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,". Ujarnya.

0Komentar