![]() |
| Sapi Gerumbungan Dalam Rangka Lovina Festival 2026 |
SINGARAJA FM,-Tradisi Sapi Grumbungan kembali menjadi perhatian masyarakat dalam ajang yang digelar di Kabupaten Buleleng. Selain menjadi wadah bagi para peternak untuk menampilkan sapi terbaiknya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya khas Bali Utara yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, SP, mengatakan Sapi Grumbungan bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Buleleng yang perlu dijaga bersama.
"Sapi Grumbungan merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para peternak agar terus meningkatkan kualitas ternaknya sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur," ujar Gede Melandrat Seusai Lomba Sampai Grumbungan Serangkaian kegiatan Lovina Festival di lapangan desa kaliasem senin 27 Juli 2026
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian Sapi Grumbungan melalui pembinaan peternak, peningkatan kualitas bibit ternak, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal budaya lokal.
"Kami berharap Sapi Grumbungan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendukung sektor peternakan, pariwisata, dan perekonomian masyarakat. Tradisi ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya," tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Desa Panji, Gede Made Pandiasa, mengaku bangga dapat mengikuti ajang Sapi Grumbungan. Menurutnya, mengikuti tradisi ini bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.
"Kami melakukan perawatan sapi secara rutin, mulai dari pemberian pakan yang berkualitas, latihan berjalan, hingga menjaga kesehatan ternak agar dapat tampil maksimal. Bagi kami, Sapi Grumbungan adalah kebanggaan sekaligus warisan budaya yang harus terus dijaga," ungkap Gede Made Pandiasa.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan Sapi Grumbungan semakin dikenal luas sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Buleleng yang memiliki nilai seni, tradisi, dan ekonomi, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Bali Utara.

0Komentar