.jpg)
Bupati Buleleng,dr. I Nyoman Sutjidra
SINGARAJA FM,-Wacana pembangunan Bandara Bali Utara kembali mencuat dan memicu beragam tanggapan di masyarakat.Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra meminta masyarakat tidak berspekulasi dan terburu buru mempercayai informasi yang beredar terkait rencana pembangunan Bandara Bali Utara.Bupati Sutjidra menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait pembangunan Bandara Bali Utara, sehingga publik diminta bersabar dan menunggu hasil koordinasi yang sedang berlangsung.
Dikonfirmasi Senin (20/7), Bupati Sutjidra mengatakan, pemerintah daerah juga baru mengetahui adanya audiensi Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) bersama sejumlah tokoh masyarakat ke Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jakarta melalui pemberitaan media. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tidak dilibatkan dalam agenda tersebut.
“Kami baru tahu dari media. Sampai saat ini tidak ada koordinasi maupun pelibatan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam audiensi ke Kepala Staf Presiden,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pemkab Buleleng sebelumnya telah menggelar rapat dengan Menteri Perhubungan beserta jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Laut, dan Udara.Menteri Perhubungan juga telah meninjau langsung sejumlah lokasi di Kabupaten Buleleng yang masuk dalam kajian pengembangan infrastruktur setelah pertemuan tersebut.
Menurut Sutjidra, pemerintah pusat masih melakukan evaluasi dari hasil pertemuan itu. Berbagai informasi yang berkembang mengenai lokasi maupun kepastian pembangunan bandara belum dapat dipastikan kebenarannya. Salah satu poin penting yang mengemuka dalam pembahasan, kata Sutjidra, yakni pembangunan infrastruktur akses menuju Bali Utara yang harus didahulukan sebelum bandara direalisasikan.
“Pak Menteri Perhubungan juga sudah sepakat bahwa akses itu akan dibangun dulu sebelum ada bandara,” katanya
0Komentar