TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Atap Ruang Kelas Jebol,Ratusan Siswa SDN 1 Direlokasi ke SDN 3 Anturan

Atap Ruang Kelas Jebol,Ratusan Siswa SDN 1 Direlokasi ke SDN 3 Anturan

Daftar Isi
×
Kondisi Atap Salah Satu Ruang Belajar SDN 1 Anturan yang Jebol

SINGARAJA FM,-Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Anturan,Buleleng,terpaksa dipindahkan untuk sementara waktu setelah atap salah satu ruang kelas ambruk akibat kondisi bangunan yang telah lapuk.Seluruh kegiatan pembelajaran mulai Selasa (20/7) akan dilaksanakan di SDN 3 Anturan dengan sistem pembelajaran dua shift untuk menjamin keselamatan siswa.

Sebagaimana dikonfirmasi Minggu (19/7), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, peristiwa tersebut terjadi selama libur sekolah siswa pada akhir Juni 2026. Kejadian itu lantas dilaporkan oleh pihak sekolah ke Disdikpora Buleleng.

“Yang jebol atap ruang kelas VI. Namun karena konstruksi satu atap menyatu dengan bangunan lainnya, kondisi itu dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Surya Bharata mengatakan,pada Senin, sekolah bersama lembaga terkait akan membersihkan area terdampak. Selanjutnya,pada Selasa, 21 Juli, sebanyak 165 siswa SDN 1 Anturan akan bersekolah di SDN 3 Anturan, yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah awal, menurut Surya Bharata.

Siswa SDN 3 Anturan tetap mengikuti pelajaran pada sesi pagi, sedangkan siswa SDN 1 Anturan mengikuti pelajaran pada sesi siang. Selain itu, ruang guru dan perpustakaan SDN 1 Anturan tetap digunakan untuk memberikan layanan administrasi sekolah.

“Kami sudah mengarahkan kepala sekolah SDN 1 dan SDN 3 untuk menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat bersama pemerintah desa agar orang tua memahami kondisi yang terjadi,” katanya.

Menurut Surya Bharata, bangunan SDN 1 Anturan sebenarnya telah diusulkan untuk direvitalisasi. Namun hingga kini sekolah tersebut belum masuk prioritas program revitalisasi dari pemerintah pusat karena masih menunggu pemetaan dan penetapan.

“Secara fisik dan ekonomi bangunan terus kami pantau. Sebelum kejadian ini memang sudah masuk usulan revitalisasi, tetapi belum menjadi prioritas pusat. Setelah atap ambruk, kami langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Buleleng untuk mendapat arahan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyatakan bahwa dalam perubahan APBD 2026, perbaikan bangunan akan menjadi prioritas utama. Menurutnya, kerusakan yang terjadi sudah cukup parah dan jika dibiarkan, berpotensi membahayakan, terutama saat musim hujan semakin dekat.

“Ini akan kami dianggarkan di APBD Perubahan karena kondisinya sudah membahayakan. Jangan sampai nanti saat musim hujan terjadi keruntuhan lagi. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN 3 Anturan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan aman,” tegasnya


0Komentar

sn
sn
Special Ads