![]() |
| Penampilan Duta Kabupaten Buleleng Dalam Wimbakara Balaganjur Remaja PKB XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra,Denpasar |
SINGARAJA FM,-Wibakara (Lomba) balaganjur remja Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 pada, Kamis (18/9) menampilkan duta Kabupaten Badung,Klungkung,Jembrana dan Buleleng di Panggung Terbuka Ardha Candra,Denpasar.
Kabupaten Buleleng diwakili oleh Yowana Shanti Adnyana,Desa Adat Anturan,Buleleng dengan membawa garapan berjudul "Seet Wangsul" berhasil memukau ribuan penonton yang hadir di Panggung Terbuka Ardha Candra,Denpasar.
“Seet Wangsul” merupakan komposisi tabuh baleganjur yang lahir dari pemaknaan mendalam terhadap upacara pebayuhan sanan empeg, sebagaimana tersurat dalam ajaran lontar tentang kondisi kelahiran yang “diapit” oleh kematian saudara, yang membawa ketidak seimbangan niskala dalam diri seorang anak.
Karya yang menggambarkan proses perjalanan penyucian jiwa: dari beban tak kasatmata menuju keharmonisan hidup. Seet dimaknai sebagai upaya mengikat dan menata kembali energi yang tercerai, sementara wangsul adalah kembalinya atma pada asal kesuciannya.
Simbol kain bebali wangsul dihadirkan sebagai benang spiritual yang merajut ulang hubungan sekala dan niskala, memulihkan keterputusan yang tersirat dalam siklus kelahiran.Secara musikal, “Seet Wangsul” mengalir melalui pola ritmis yang berulang dan berbalik arah, mencerminkan dinamika batin yang bergejolak sekaligus proses penataan kembali menuju keseimbangan.
Dimulai dari suasana lirih dan kontemplatif sebagai gambaran. ketidak harmonisan, berkembang dalam intensitas yang kuat sebagai simbol proses pebayuhan pembersihan dan penetralan hingga akhirnya mencapai keteduhan yang sakral.
Karya ini menjadi sebuah meditasi bunyi yang merepresentasikan perjalanan atma: diikat, disucikan, dan akhirnya kembali (wangsul) dalam harmoni jagat, selaras dengar tujuan suci Atma Kerthi.

0Komentar