TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Belum Rampung.Proyek Revitalisasi Titik Nol Kota Singaraja Banyak Didatangi Warga

Belum Rampung.Proyek Revitalisasi Titik Nol Kota Singaraja Banyak Didatangi Warga

Daftar Isi
×
Penataan Titik Nol Kota Singaraja 


SINGARAJA FM,-Meskipun masih dalam proses pembangunan,proyek revitalisasi titik nol Kota Singaraja telah menjadi daya tarik baru bagi warga masyarakat.Setiap pagi dan sore, warga mulai berdatangan untuk bersantai, berfoto dan membuat video konten dengan latar belakang bangunan-bangunan bersejarah yang kini ditata lebih rapi.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Kamis (18/6), mengatakan, penataan kawasan tersebut bukan bertujuan meniru kawasan Malioboro di Yogyakarta. Konsep yang diusung adalah mengembalikan identitas sejarah Kota Singaraja sebagai kota pusaka yang memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial.

Bupati Sutjidra menyatakan bahwa Singaraja dan Yogyakarta telah bergabung dengan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Kesamaan itu membantu menjaga bangunan bersejarah daripada menyalin ide kota lain.

“Jadi idenya bukan meniru Yogyakarta. Singaraja memiliki banyak bangunan tua yang masih dilestarikan seperti Kantor Bupati, Rumah Soenda Ketjil, Museum Soenda Ketjil, Gedong Kirtya hingga Puri Kanginan yang merupakan cagar budaya. Semua itu kita rangkai menjadi satu kawasan heritage Kota Singaraja,” ujarnya.

Usai dilantik sebagai Bupati Buleleng, ia mengaku kembali mempelajari dokumentasi foto-foto lama Kota Singaraja. Dari situlah muncul inspirasi untuk mengembalikan wajah kawasan bersejarah tersebut. Bahkan, program penataan kawasan heritage sudah menjadi bagian dari visi yang disampaikannya saat masa kampanye.

“Kita ingin mengembalikan memori masyarakat bahwa Singaraja memiliki perjalanan sejarah yang panjang sejak zaman penjajahan. Identitas itu yang kita tampilkan kembali melalui penataan kawasan heritage,” katanya.

Sementara itu, I Putu Adiptha Eka Putra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, menyatakan bahwa progres pembangunan Titik 0 Kota Singaraja saat ini mencapai sekitar 80 persen.

Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pemasangan puluhan bangku di sepanjang trotoar, pembersihan kawasan, pemasangan lampu taman, penyempurnaan perkerasan jalan, pengaspalan sisi jalan, serta pengecoran sejumlah titik.

Selain itu, pemerintah juga memasang bollard di sepanjang trotoar untuk mencegah kendaraan naik ke area pedestrian sekaligus menambah nilai estetika kawasan.

“Konsepnya memang heritage restoration, mempertahankan bangunan-bangunan tua yang ada. Kalau ada yang menyebut mirip Yogyakarta, itu karena sama-sama memiliki bangunan bersejarah. Bedanya, Singaraja memiliki identitas sendiri dengan Tugu Singa Ambara Raja serta penggunaan material lokal seperti batu paras Sangsit,” jelasnya.

Masyarakat sangat antusias, kata Adiptha, meskipun proyek belum selesai. Banyak anak muda mulai memanfaatkan area ini untuk berkumpul dan berfoto. Pemerintah tidak melarang orang datang selama mereka tidak mengganggu pekerjaan pembangunan. Orang-orang diminta untuk tetap berhati-hati dan membersihkan area selama proses pengerjaan.

"Silakan warga masyarakat untuk datang dan menikmati suasana, terutama di pagi dan sore hari. Yang penting adalah tidak mengganggu pekerjaan proyek. Setelah proyek selesai, area tersebut akan menjadi ruang publik baru dan etalase sejarah Kota Singaraja,” katanya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads