SINGARAJA FM,-Penataan kawasan titik nol kota Singaraja menjadi perhatian luas masyarakat Buleleng. Selain diharapkan menjadi ikon baru kota bersejarah di Bali Utara, proyek tersebut juga dianggap strategis karena mampu memenuhi berbagai kebutuhan perkotaan, seperti pengendalian banjir, penataan kawasan sejarah, dan promosi pariwisata.Menariknya, proyek ini dikerjakan dengan inovasi anggaran sehingga APBD Kabupaten Buleleng tidak terlalu terbebani.
Hal ini disampaikan oleh Putu Adiptha Ekaputra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, saat menjadi narasumber dalam talkshow pada di Rumah Plastik Mandiri di Desa Petandakan,Sabtu (30/5).
Menurut Adiptha, penataan Titik Nol merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan strategis tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.
Menurut Adiptha, penataan Titik Nol merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan strategis tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.
"Proyek ini tanpa membebani APBD Kabupaten Buleleng. Dananya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik sehingga pembangunan tetap dapat berjalan tanpa membebani keuangan daerah.” ujarnya
Selain itu, disebutkan bahwa penataan Titik Nol tidak hanya berfokus pada keindahan kota. Proyek tersebut juga memiliki tujuan penting untuk mencegah banjir, yang selama ini menjadi masalah di banyak wilayah perkotaan Singaraja.
Tujuan awalnya memang untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan peningkatan kapasitas saluran, diharapkan genangan yang selama ini terjadi di beberapa kawasan perkotaan seperti Jalan Anggrek, Kampung Anyar dan wilayah sekitarnya dapat berkurang secara signifikan,” kata Adiptha
Adiptha mengatakan, keberadaan Kantor Bupati Buleleng, Gedung Gallery, Gedung Laksmi Graha, serta sejumlah bangunan heritage lainnya menjadikan kawasan itu layak dikembangkan sebagai pusat wisata sejarah perkotaan.
“Titik Nol adalah pusat kawasan bersejarah Singaraja. Penataan ini menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang kita miliki dengan kebutuhan kota modern. Kami ingin masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengenal sejarah daerahnya,” ungkapnya.
Penataan juga dilakukan melalui pengaturan utilitas perkotaan. Jaringan kabel listrik dan telekomunikasi secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu fasilitas pendukung seperti Wi-Fi, toilet, keamanan, serta kantong parkir juga telah menjadi bagian dari perencanaan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol akan menjadi simbol kebangkitan kota lama Singaraja yang modern, terorganisir, dan mempertahankan nilai-nilai sejarahnya. Kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru yang luar biasa sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali Utara berkat dukungan masyarakat dan kerja sama pemerintah yang kuat.

0Komentar