Anggun Damarani 

SINGARAJAFM,- Sosok generasi muda berbakat kembali hadir dari Kabupaten Buleleng. Kadek Anggun Damarani, mahasiswi semester 6 Program Studi Manajemen di Universitas Pendidikan Ganesha, menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan seni tari Bali sejak usia dini.

Perempuan yang akrab disapa Anggun ini lahir di Singaraja, 22 November 2004. Sejak usia 5 tahun, ia telah mengenal dunia seni tari atas keinginannya sendiri tanpa paksaan orang tua. Ketertarikannya tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya dalam dunia kesenian yang hingga kini telah berjalan selama kurang lebih 17 tahun.

Dalam perjalanan karier seninya, Anggun aktif tampil dalam berbagai kegiatan, mulai dari ngayah di pura hingga pentas di sejumlah hotel. Konsistensinya terlihat dari keikutsertaannya dalam ajang Pesta Kesenian Bali sejak tahun 2017 sebagai duta Kabupaten Buleleng.

Memasuki masa remaja, Anggun tidak hanya berfokus pada seni tari, tetapi juga memperluas kemampuannya di bidang seni peran. Ia tercatat pernah mengikuti ajang Festival Seni Bali Jani III tahun 2021 dalam kategori teater, serta lomba fragmentari tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng pada tahun 2022.

Selain aktif berkesenian, Anggun juga mulai menekuni dunia pendidikan seni dengan mengajar tari di sanggar yang ia naungi sejak duduk di bangku SMA. Hingga kini, ia tetap konsisten berbagi ilmu kepada generasi muda, sekaligus aktif sebagai pembina ekstrakurikuler tari di salah satu sekolah dasar di Buleleng.

Di lingkungan kampus, Anggun dikenal sebagai mahasiswi yang aktif berorganisasi. Ia tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Daerah selama dua periode kepengurusan. Pada periode pertama, ia menjabat sebagai sekretaris sub bidang tari, kemudian dipercaya menjadi koordinator sub bidang tari pada periode berikutnya.

Tak hanya itu, kemampuan kepemimpinannya juga teruji saat ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Ganesha Art Festival ke-11 tahun 2026, sebuah ajang seni bergengsi di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Ganesha.

Berbagai prestasi pun telah berhasil diraih, di antaranya Juara 2 Tari Kreasi FLS2N tingkat Provinsi Bali tahun 2021, Juara 2 Teater Modern dalam Festival Seni Bali Jani III, serta Juara 2 Fragmentari tingkat Kabupaten Buleleng. Ia juga pernah menjadi bintang tamu di RRI Pro 2 Singaraja sebagai representasi anak muda berprestasi.

Anggun juga terlibat dalam berbagai rekonstruksi tari bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, termasuk Tari Pancasila karya maestro almarhum Ketut Merdana, serta aktif dalam berbagai pagelaran seni seperti parade gong kebyar, peed aya, hingga festival budaya daerah.

Kini, selain aktif tampil menari di berbagai event di dalam maupun luar Buleleng, Anggun juga menekuni pekerjaan freelance sebagai makeup artist serta pengajar tari di Sanggar Seni Suara Mustika sejak tahun 2023.

“Menjadi seniman bukan sekadar label, tetapi proses panjang untuk menjaga, melestarikan, dan memberi ruang agar kesenian terus tumbuh,” ungkap Anggun.

Dari sekadar hobi, kini seni tari telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, bahkan mampu memberikan penghasilan. Dedikasi dan konsistensinya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Bali.