TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Manacika dalam Spirit Tumpek Landep: Menajamkan Pikiran di Tengah Kemajuan Zaman

Manacika dalam Spirit Tumpek Landep: Menajamkan Pikiran di Tengah Kemajuan Zaman

Daftar Isi
×

Program Pelita Dharma Singaraja Fm
SINGARAJAFM,- Hari Raya Tumpek Landep tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyucian benda-benda berbahan logam seperti keris, senjata, maupun kendaraan. Lebih dari itu, perayaan ini mengandung makna filosofis yang mendalam, yakni menajamkan pikiran atau manacika sebagai bagian dari pengendalian diri. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., menjelaskan bahwa kata “landep” berarti tajam, yang secara spiritual merujuk pada ketajaman pikiran manusia dalam membedakan hal baik dan buruk. Dengan pikiran yang tajam dan bersih, seseorang diharapkan mampu mengendalikan perkataan dan perbuatannya sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha.

Lebih lanjut, Luh Irma Susanthi, S.Sos., M.Pd., menekankan bahwa dalam konteks kehidupan modern, Tumpek Landep menjadi momentum refleksi diri agar manusia tidak hanya fokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan pikiran agar tetap bijak dalam menggunakannya. Menurutnya, penyucian benda seperti kendaraan atau alat elektronik sejatinya adalah simbol bahwa manusia harus mampu “menyucikan” pikirannya terlebih dahulu. Dengan manacika yang baik, kemajuan teknologi tidak akan disalahgunakan, melainkan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.

Keduanya sepakat bahwa menjaga kesucian pikiran menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan yang harmonis. Melalui perayaan Tumpek Landep, umat Hindu diingatkan untuk selalu mengasah dan mengendalikan pikiran agar tetap jernih, positif, dan penuh kebijaksanaan, sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan kedamaian batin.

0Komentar

sn
sn
Special Ads