TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Tinjaua Korban Banjir Bandang, Giri Prasta Akan Siapkan  Lahan Relokasi Bagi Empat Kepala Keluarga

Tinjaua Korban Banjir Bandang, Giri Prasta Akan Siapkan Lahan Relokasi Bagi Empat Kepala Keluarga

Daftar Isi
×
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta Meninjau Langsung Lokasi Bencana di Desa Banjar, Rabu (11/3).

SINGARAJA FM,-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyiapkan relokasi bagi empat kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak parah akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Langkah ini disiapkan bersamaan dengan rencana penataan sempadan sungai untuk mencegah bencana serupa terulang.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung lokasi bencana di Desa Banjar, Rabu (11/3). Ia menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menelan korban jiwa tersebut.

"Sebenarnya saya pulang karena almarhum ibu saya berasal dari Banjar. Pertama-tama kami tentu sangat prihatin atas musibah ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya tiga korban," kata Giri Prasta saat meninjau lokasi di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Rabu (11/3).

Ia juga berharap proses pencarian satu korban yang masih hilang segera membuahkan hasil. Menurutnya, tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan upaya pencarian.

Dalam proses pemulihan, Pemprov Bali telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Pemerintah Kabupaten Buleleng. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah penataan sempadan sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menurut Giri Prasta, berdasarkan informasi warga, luapan air di kawasan tersebut sudah terjadi sekitar lima kali. Namun banjir bandang yang terjadi kali ini merupakan yang paling besar dan menimbulkan dampak paling parah.

Selain penataan sungai, pemerintah juga menaruh perhatian pada fasilitas pendidikan yang terdampak, salah satunya SD Negeri 5 Banjar yang mengalami kerusakan cukup berat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan bupati dan wakil bupati agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara pembelajaran akan dibagi menjadi dua rombongan belajar," jelasnya.

Sementara itu, untuk warga yang rumahnya rusak parah, pemerintah tengah menyiapkan skema relokasi. Terdapat empat kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak, termasuk keluarga Kadek Witana. Bahkan satu rumah dilaporkan habis tersapu banjir. Keempat KK tersebut dinilai menjadi prioritas penanganan.

Pemerintah bersama desa, DPRD, dan Pemkab Buleleng kini membahas opsi pemindahan warga dari lokasi semula. Kawasan tersebut nantinya direncanakan ditata menjadi daerah aliran sungai (DAS) yang lebih representatif sekaligus berfungsi sebagai area evakuasi saat kondisi darurat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga terdampak dan pada prinsipnya mereka bersedia direlokasi. Namun ada satu keluarga yang tidak memiliki lahan sama sekali, sehingga ini akan kami carikan solusi," ujar Giri Prasta.

Ia menegaskan pemerintah akan membantu mencarikan lahan melalui mekanisme appraisal desa. Setelah lahan tersedia, pemerintah akan membangun rumah layak huni bagi warga terdampak.

Rumah tersebut dirancang dengan konsep rumah sehat yang terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, serta satu kamar mandi.

"Yang penting bagaimana kita memanusiakan manusia. Mereka harus tetap memiliki tempat tinggal yang layak," tegasnya.

Giri Prasta menambahkan penanganan pascabanjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Penataan daerah aliran sungai serta sistem mitigasi bencana harus dilakukan secara menyeluruh.

Salah satu upaya yang didorong ke depan adalah kegiatan rutin pembersihan sungai serta penyediaan sistem peringatan dini apabila debit air sungai mulai meningkat.

"Kita ingin ke depan masyarakat merasa lebih aman dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads