TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Ketua DPRD kabupaten Buleleng Beserta jajarannya Mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Ketua DPRD kabupaten Buleleng Beserta jajarannya Mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Daftar Isi
×

Ketua DPRD Kab .Buleleng

 Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buleleng mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Buleleng.

“Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Buleleng bersama Keluarga Besar DPRD Kabupaten Buleleng mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tanggal 19 Maret 2026, kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Buleleng,” ucap Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

“Saya berharap kepada kita semua umat Hindu dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan keheningan total (sepi) selama 24 jam. Makna utamanya adalah refleksi diri, penyucian jiwa (Bhuana Alit), pemurnian alam semesta (Bhuana Agung), serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam melalui Catur Brata Penyepian,” ujar Ngurah Arya.

Ngurah Arya memaparkan, “Saat untuk kita berdiam diri, meditasi, dan mengevaluasi kesalahan masa lalu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nyepi ini juga merupakan wujud hormat kepada Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara hening, sunyi, dan penuh pengendalian diri.”

Pada bagian lain, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2926 kepada umat Islam di Bali Utara.

“Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Buleleng bersama Keluarga Besar DPRD Kabupaten Buleleng juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri tanggal 21 Maret 2026, kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Buleleng,” ucap Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

Ketua DPRD Buleleng itu menambahkan bahwa Idul Fitri adalah momen kemenangan atas hawa nafsu, peningkatan ketaatan, dan ajang silaturahmi untuk bermaaf-maafan.

“Secara ringkas, Idul Fitri bukan sekadar perayaan duniawi, melainkan momentum spiritual untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat tali persaudaraan,” pungkas Ngurah Arya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads