TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Hujan Tak Surutkan Semangat, Tradisi Megoak-Goakan Tetap Semarak di Lapangan Panji

Hujan Tak Surutkan Semangat, Tradisi Megoak-Goakan Tetap Semarak di Lapangan Panji

Daftar Isi
×
Megoak-goakan di Lapangan Ki Barak Panji Sakti, Desa Panji,Jumat (20/3)


SINGARAJA FM,-Kabupaten Buleleng dikenal memiliki beragam permainan tradisional yang unik dan sarat makna budaya. Salah satunya adalah Megoak-goakan, permainan tradisional khas Desa Panji, Kecamatan Sukasada, yang merupakan perpaduan antara seni tari dan permainan rakyat.

Secara historis, Megoak-goakan diyakini berasal dari taktik perang Raja Buleleng, Ki Barak Panji Sakti, saat melakukan penyerangan ke Blambangan. Taktik yang melibatkan strategi “bala goak” tersebut terbukti berhasil membawa kemenangan bagi Buleleng. Sepulang dari peperangan, para pasukan kemudian menirukan strategi tersebut yang selanjutnya berkembang menjadi permainan tradisional dan terus dilestarikan hingga kini.

Semangat pelestarian tradisi ini tampak usai Hari Raya Nyepi, Jumat (20/3/2026), ketika anak-anak, pemuda, hingga orang dewasa antusias mementaskan Megoak-goakan di Lpangan Ki Barak Panji Sakti, Desa Panji. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga setempat, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari desa-desa sekitar.

Dalam suasana lapangan yang dipenuhi air dan lumpur akibat hujan, para peserta tetap larut dalam keseruan permainan. Bahkan, sejumlah penonton turut bergabung dalam barisan “Truna Goak”, menambah kemeriahan acara.

Tradisi ini telah menjadi agenda rutin masyarakat Desa Panji sebagai upaya menjaga kelestarian budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Ki Barak Panji Sakti. Meski diguyur hujan deras, antusiasme warga tidak surut. Justru, kondisi tersebut semakin menambah semangat dan keceriaan dalam mengikuti tradisi.

Ketua Karang Taruna Indonesia Desa Panji, Wayan Ganesa, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini. Ia menyatakan pihaknya akan terus mendorong regenerasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan Megoak-goakan ke depan dapat terorganisir dalam satu wadah di Desa Panji.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nyoman Merta menekankan bahwa Megoak-goakan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pelestarian nilai-nilai luhur warisan Panji Sakti, seperti kepemimpinan, persatuan, dan semangat gotong royong. Ia berharap ke depan kegiatan ini dapat dipusatkan di satu lokasi, yakni Lapangan Desa Panji.

Salah satu peserta, Kadek Yuliana, mengaku senang dapat terlibat dalam tradisi tahunan tersebut. Menurutnya, meskipun hujan turun deras, hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk ikut serta dalam Megoak-goakan.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, tradisi Megoak-goakan di Desa Panji diharapkan tetap lestari dan menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Buleleng. 

0Komentar

sn
sn
Special Ads