![]() |
| Petugas Merapikan Kabel di Ruas Jalan Pramuka,Singaraja |
SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menata jaringan kabel fiber optik yang semrawut dengan menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) serta puluhan penyedia layanan internet (ISP). Penataan perdana dilaksanakan di ruas Jalan Pramuka Singaraja, Rabu 11 Februari 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng, Made Suharta, mengatakan kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak Januari melalui rapat koordinasi bersama 20 ISP dan APJATEL. Tahap awal difokuskan pada pendataan kepemilikan jaringan sebelum dilakukan perapian kabel dan tiang.
Menurutnya, kolaborasi dengan APJATEL penting untuk memastikan penataan berjalan terkoordinasi dan sesuai standar teknis jaringan telekomunikasi. Selain itu, langkah ini juga menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait kabel melintang dan tiang miring yang dinilai membahayakan.
“Sejak awal Januari kami sudah mengumpulkan 20 ISP bersama APJATEL. Kami sepakat lakukan pendataan lalu penataan jaringan agar lebih rapi dan aman,” kata Made Suharta.
Penataan akan dilakukan bertahap setiap minggu, dimulai dari ruas jalan yang relatif pendek untuk melihat pola teknis pengerjaan di lapangan. Setelah evaluasi, kegiatan diperluas ke sejumlah ruas jalan utama di kawasan kota hingga kecamatan.
Ia menegaskan kegiatan perapian tidak ditujukan untuk memutus jaringan pelanggan, melainkan hanya merapikan posisi kabel dan tiang. Pekerjaan dilakukan langsung oleh masing-masing ISP pemilik jaringan agar gangguan layanan bisa ditekan.
“Kita tidak memutus kabel, hanya merapikan. ISP yang punya jaringan ikut bekerja supaya layanan ke pelanggan tetap terjaga,” ucapnya.
Perwakilan APJATEL Bali Utara, Indra, menjelaskan perapian di Jalan Pramuka dilakukan dari simpang lampu merah Ponogoro hingga kawasan Polres Buleleng. Metode yang digunakan yakni mengikat kabel antar-ISP menjadi satu jalur dengan sling khusus, tanpa menempel pada kabel listrik.
“Teknisnya kabel sesama ISP diikat jadi satu jalur agar rapi. Tidak digabung dengan kabel PLN untuk menghindari risiko,” ujarnya.

0Komentar