![]() |
| Kondisi Bangunan SMPN 3 Seririt yang Tertimpa Pohon |
SINGARAJA FM,-Guna memastikan kondisi para siswa serta untuk mengetahui kondisi bangunan paska tertimpa pohon Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gede Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., melakukan peninjauan langsung ke SMP Negeri 3 Seririt pada Selasa (13/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon tumbang menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Didampingi langsung
oleh Kepala SMPN 3 Seririt, Kadisdikpora
Gus Surya berkeliling mengecek titik kerusakan. Fokus utama kerusakan
berada pada bangunan gudang sekolah rusak berat akibat beban pohon beringin
besar.
Dalam keterangannya di
sela-sela peninjauan, Gus Surya menegaskan pentingnya langkah cepat dalam
penanganan material sisa bencana agar tidak membahayakan warga sekolah.
"Saat ini saya
meninjau proses evakuasi pohon yang menimpa salah satu bangunan gudang yang
mengakibatkan bangunan tersebut rusak berat. Terkait hal tersebut, kami mengarahkan
agar pihak sekolah segera melakukan pembongkaran dan pembersihan secara
bertahap," ujar Gus Surya.
Guna menjamin
keselamatan dan rasa aman bagi para siswa selama proses evakuasi dan
pembersihan berlangsung, pihak dinas mengambil kebijakan strategis terkait
Kegiatan Belajar Mengajar.
Proses pembelajaran di
SMPN 3 Seririt diputuskan untuk dilaksanakan secara daring (online) selama
empat hari ke depan. Diharapkan situasi area sekolah sudah kembali kondusif
sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali normal pada Senin, 19 Januari
2026.
Kadis Gus Surya juga
mengimbau seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kami
berharap pihak sekolah terus melaporkan perkembangan kondisi bangunan ke
Disdikpora. Mengingat cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih terjadi di
wilayah Buleleng, saya meminta semua pihak untuk tetap waspada dan
berhati-hati," tambahnya.
Kepala SMPN 3 Seririt,
Ni Wayan Witrini, menjelaskan bahwa insiden pohon tumbang tersebut terjadi pada
Senin, 12 Januari 2026. Kejadian dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang
yang mengguyur wilayah Seririt selama tiga hari berturut-turut.
"Karakteristik
tanah yang gembur akibat curah hujan tinggi serta kondisi akar pohon yang sudah
lapuk menyebabkan pohon beringin setinggi 20 meter roboh tepat ke arah bangunan
sekolah," jelas Ni Wayan Witrini.
Pihak sekolah bergerak
cepat dengan melaporkan kejadian ini kepada Disdikpora Kabupaten Buleleng, BPBD
Kabupaten Buleleng, Camat Seririt dan
Kepala Desa Bestala
Hingga berita ini
diturunkan, proses evakuasi berupa pemotongan batang kayu besar terus
dilakukan. Pihak sekolah juga telah memagari area bangunan yang rusak sebagai
zona terlarang agar siswa tidak melakukan aktivitas di dekat lokasi yang rawan
tersebut.

0Komentar