TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Desa Adat Buleleng Siap Gelar Pengrupukan Festival 2026

Desa Adat Buleleng Siap Gelar Pengrupukan Festival 2026

Daftar Isi
×

Desa Adat Buleleng Siap Gelar Pengrupukan Festival 2026


SINGARAJA FM,-Menyambut Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1948, Desa Adat Buleleng kembali dipercaya menggelar Pengrupukan Festival 2026. Hal ini di bahas dalam rapat koordinasi persiapan parade ogoh-ogoh yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Buleleng, Selasa 20 Januari 2026.Festival Kali ini mengangkat Tema “Satu Bumi, Satu Keluarga”, yang akan melibatkan 14 banjar adat di wilayah Desa Adat Buleleng.

Rapat koordinasi dihadiri Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, staf desa adat, serta perwakilan Karang Taruna dan sanggar seni dari seluruh lingkungan Desa Adat Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali mempercayakan Desa Adat Buleleng sebagai penyelenggara Tawur Kesanga serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun 2026. Kegiatan Pengrupukan tahun ini dikemas dalam bentuk Pengrupukan Festival yang mengusung konsep gelar seni.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menyampaikan pelaksanaan Pengrupukan Festival 2026 wajib melibatkan sanggar-sanggar seni yang ada di lingkungan Desa Adat Buleleng sebagai bentuk pelestarian seni dan penguatan peran generasi muda.

“Pengrupukan Festival ini adalah ruang ekspresi seni dan kebersamaan. Cita-cita saya, pada Pengrupukan Festival ketiga tahun 2027 bisa dilaksanakan di Titik Nol Kota Singaraja, bahkan ke depan mampu naik ke tingkat nasional hingga internasional. Untuk itu, para yowana saya harapkan menunjukkan kreativitas, seni, dan kebersamaan,” ujar Sutrisna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp210 juta. Dana tersebut dialokasikan dengan asumsi masing-masing banjar adat menerima Rp15 juta, dengan mekanisme pembagian yang dipercayakan kepada Desa Adat Buleleng.

“Yang paling riskan dalam pendistribusian anggaran adalah aspek administrasi. Karena itu, pemerintah daerah akan mengkaji lebih dalam agar seluruh proses berjalan tertib dan akuntabel demi kebaikan bersama,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody menekankan pentingnya persiapan yang matang, khususnya dari sisi keamanan dan koordinasi lintas instansi. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian Pengrupukan Festival 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

"Persiapan yang harus dipersiapkan secara matang untuk menyambut Festival yang akan dilaksanakan agar nantinya bisa berjalan dengan lancar aman dan tertib mengingat festival ini juga kental dengan nuansa keagamaan,"pungkas dody. 

0Komentar

sn
sn
Special Ads