TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Tajen di Bali : Tradisi, Regulasi, dan Upaya Legalisasi

Tajen di Bali : Tradisi, Regulasi, dan Upaya Legalisasi

Daftar Isi
×

SINGARAJA FM,-Dewan Pimpinan Cabang Prajaniti Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Tajen di Bali: Tradisi, Regulasi, dan Upaya Legalisasi” serangkaian pelantikan pengurus dan anggota masa bakti 2025 s.d 2030 di Ruang rapat IV kantor Bupati Buleleng lantai 2.Minggu 24 Agustus 2025.

Dialog menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang: IGK Kresna Budi (anggota DPRD Provinsi Bali), Nengah Bawa Atmadja (budayawan),I Gde Made Metera  (tokoh agama), Gede Yoga Satrya Wibawa (akademisi hukum), dan Gede Dimas Bayu Hardi Raharja (praktisi hukum).

Ketua Prajaniti Bueleng Dewa Made Agus Januartha mengatakan Kegiatan ini bertujuan membuka ruang dialog untuk membahas fenomena tajen yang sarat nilai budaya namun juga memiliki dimensi hukum dan sosial yang kompleks. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi generasi muda dan organisasi masyarakat.

Isu Utama dan Pandangan Narasumber

Legislatif (DPRD Bali) menekankan bahwa negara harus hadir dalam mengatur tajen agar memberi manfaat luas, bukan hanya untuk segelintir pihak. Upaya regulasi perlu disusun berdasarkan naskah akademis dan kajian mendalam.

"Belakangan ini sempat viral terkait dengan adanya rencana melegalkan Tajen sehingga kami Prajaniti Bueleng hadir memberikan fasilitas memberikan wadah untuk dilakukan nya diskusi dengan menghadirkan para narasumber yang sudah mempuni di Bidang nya ucap Pria yang biasa disapa Dewa Janu ini

Dewa Janu Menambahkan semoga dengan diadakan kegiatan ini dapat memberikan pemikiran -pemikiran yang dapat juga dijadikan acuan untuk kedepannya akan seperti apa  terkait Tajen yang sering dilakukan oleh masyarakat Bali .

"Tentunya kegiatan ini tidak cukup untuk memberikan dampak yang langsung bisa dirasakan, namun dapat memberikan pikiran -pikiran yang dapat memberikan dampak kedepannya dan dapat dijadikan salah satu pertimbangan kedepannya "pungkas Dewa Janu .



0Komentar

sn
sn
Special Ads