![]() |
| Kadek Yogi Suyasa,Siswa SMA Negeri 1 Seririt |
SINGARAJA FM,-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Negeri 1 Seririt (Smanser). Kadek Yogi Suyasa, siswa kelas XI.1, berhasil meraih Juara I dengan medali emas pada bidang Kebumian dalam ajang Udayana Physics Championship 2026 tingkat nasional. Yogi mencatatkan skor akhir 322 poin, mengungguli peserta dari sejumlah sekolah unggulan di Indonesia.
Berdasarkan hasil resmi kompetisi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana, Yogi berhasil menempati peringkat pertama dari 15 peserta yang tercantum dalam daftar hasil kompetisi bidang Kebumian.
Persaingan berlangsung ketat. Yogi unggul atas Hidayatullah Ahmad Dharmawan dari SMAN 8 Jakarta yang menempati peringkat kedua dengan skor 290 poin. Posisi ketiga diraih Anak Agung Gede Agung Indra Veda dari SMAN 7 Denpasar dengan 247 poin.
Selanjutnya, peringkat keempat ditempati I Gusti Ngurah Agung Dharma Setiawan dari SMAN 4 Denpasar dengan skor 237 poin, sedangkan peringkat kelima diraih Nyoman Desnatria Murti Wilothama dari SMAN 5 Denpasar dengan 177 poin.
Keberhasilan Yogi meraih skor tertinggi sekaligus menempatkannya di posisi puncak menjadi pencapaian tersendiri bagi Smanser. Terlebih, ia harus menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai sekolah yang memiliki kemampuan akademik unggul.
Kompetisi Udayana Physics Championship 2026 diawali dengan babak penyisihan secara daring pada Jumat (18/9/2026). Peserta yang berhasil lolos kemudian melanjutkan perjuangan ke babak semifinal dan final secara luring pada Minggu (18/10/2026) di Aula FMIPA, Kampus Sudirman, Universitas Udayana.
Perjalanan Yogi menuju podium juara terbilang tidak mudah. Ia hanya memanfaatkan waktu sekitar tiga hari untuk mempelajari materi yang diperlukan menjelang babak penyisihan. Setelah dinyatakan lolos ke semifinal, persiapannya semakin intensif melalui pendalaman materi dan latihan mengerjakan berbagai soal bersama pembina.
Waktu persiapan yang relatif singkat tidak menyurutkan semangatnya untuk memberikan hasil terbaik. Dengan memanfaatkan waktu belajar secara efektif dan mengikuti arahan pembina, Yogi mampu memperkuat pemahaman materi Kebumian hingga akhirnya meraih nilai tertinggi.
Pembina Yogi, Putu Eka Setia Dewi, S.Pd., mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih Yogi sepadan dengan proses persiapan yang telah dijalani, mulai dari latihan soal secara intensif hingga pendalaman materi.
“Saya merasa bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diperoleh Yogi. Hasil ini sepadan dengan proses yang telah dilalui, mulai dari latihan soal secara intensif hingga pendalaman materi. Semoga pada kompetisi berikutnya Yogi tetap konsisten, mampu mempertahankan prestasinya, dan terus mengembangkan kemampuannya,” ungkap Putu Eka Setia Dewi.
Prestasi tersebut memperlihatkan pentingnya ketekunan belajar, pembinaan yang tepat, serta kemampuan memanfaatkan waktu secara efektif dalam menghadapi kompetisi akademik. Keterbatasan waktu persiapan bukan menjadi penghalang bagi Yogi untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya di tingkat nasional.
Sementara itu, untuk melengkapi sisi pemberitaan dari peserta, Yogi dapat dimintai tanggapan mengenai pengalaman mengikuti kompetisi, strategi belajar, serta tantangan yang dihadapi selama persiapan.
Draf pertanyaan yang dapat diajukan kepada Yogi antara lain mengenai bagaimana ia membagi waktu belajar, materi Kebumian yang paling menantang, dan perasaannya setelah dinyatakan meraih medali emas. Jawaban langsung dari Yogi akan memperkuat berita dengan perspektif peserta tanpa mengada-adakan pernyataan narasumber.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa SMA Negeri 1 Seririt lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik, berani mengikuti kompetisi, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Raihan medali emas dengan skor 322 poin dalam Udayana Physics Championship 2026 sekaligus mengharumkan nama Smanser di tingkat nasional. Capaian Kadek Yogi Suyasa menjadi bukti bahwa kerja keras, semangat belajar, dan pendampingan yang berkelanjutan dapat membuka jalan bagi siswa daerah untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat yang lebih luas.

0Komentar