![]() |
| Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng Melakukan Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan Gratis di Wantilan Pura Desa Adat Munduk Kunci, Minggu (4/10). |
SINGARAJA FM,-Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dewan Koordinator Daerah (Dekorda) Buleleng hadir memberikan perhatian melalui bakti kesehatan. Pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis digelar di Wantilan Pura Desa Adat Munduk Kunci, Minggu (4/10/2025).
Sebanyak tiga dokter bersama puluhan tenaga medis dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Pelayanan tidak hanya menyasar para pemangku, tetapi juga sarati banten dan krama desa adat yang selama ini terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan keagamaan.
Ketua Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, SpOG atau yang akrab disapa Dokter Caput, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus respons atas permohonan Paguyuban Pemangku Desa Adat Munduk Kunci.
" aktivitas yadnya dan rangkaian upacara keagamaan di Bali kerap berlangsung dalam waktu yang panjang. Kondisi tersebut secara tidak langsung menguras tenaga, pikiran, dan energi para pemangku maupun krama yang terlibat,"ujar sedana.
Sedana mengatakan, kehadiran tim kesehatan menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian terhadap kondisi fisik para pengayah setelah menjalani aktivitas keagamaan yang cukup panjang.
"Aktivitas yadnya dan rangkaian upacara keagamaan di Bali berlangsung sangat padat. Prosesi ini tidak hanya menguras materi, tetapi juga tenaga, pikiran, dan energi krama serta para pemangku. Di sinilah pentingnya peran Relawan Dharma untuk hadir memberikan penanganan medis awal dan tindakan pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit akibat kelelahan fisik," ujar dr. Caput.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemangku Wasista Gotra Desa Adat Munduk Kunci, Jro Made Swaspada, menyampaikan apresiasi atas pelayanan kesehatan yang diberikan. para pemangku baru saja menuntaskan tugas pelayanan keagamaan selama kurang lebih 21 hari berturut-turut dalam rangkaian piodalan.kondisi fisik para pemangku cukup terkuras setelah menjalankan pelayanan keagamaan selama tiga pekan.
"Selama 21 hari penuh kami melaksanakan tugas dan pelayanan dalam kegiatan upacara piodalan. Rasanya stamina dan kondisi fisik para pemangku sangat terkuras. Karena itulah, kami berkoordinasi secara khusus dengan dr. Ketut Putra Sedana dan tim Puskor Hindunesia Buleleng agar berkenan menggelar safari kesehatan di desa kami. Kami sangat berterima kasih karena permohonan ini direspons dengan cepat dan terlaksana sangat baik," ucap Jro Made Swaspada.
Ia berharap kerja sama antara Paguyuban Pemangku dan Puskor Hindunesia Buleleng dapat terus berlanjut. Menurutnya, pemantauan kesehatan para pengayah penting dilakukan agar mereka tetap mampu menjalankan tugas pelayanan di pura dalam kondisi yang baik.
"Pengabdian pada pengayah umat merupakan salah satu bentuk pengabdian yang baik sehingga hal-hal yang seperti ini perlu kiranya untuk dipertahankan "pungkasnya.
Kelian Desa Adat Munduk Kunci, Gede Gara, turut menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan pemangku dan krama merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan adat dan keagamaan.kegiatan pemeriksaan kesehatan yang secara khusus menyasar desa adat di Wantilan Desa Adat Munduk Kunci merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan di wilayah tersebut.
"Jika di wilayah kedinasan kegiatan seperti ini sudah beberapa kali ada, namun untuk pemeriksaan kesehatan yang secara khusus memfasilitasi desa adat di Wantilan Desa Adat Munduk Kunci ini baru pertama kali dilaksanakan. Harapan kami ke depan, krama semakin peduli terhadap kondisi fisiknya, rajin memeriksakan diri, sehingga krama desa adat senantiasa sehat dalam menjalankan aktivitas adat dan keagamaan," ungkapnya.
Ia berharap pelayanan kesehatan gratis tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi mampu mendorong kesadaran masyarakat adat untuk lebih rutin menjaga dan memeriksakan kesehatan.
"Kami sangat berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini saja , semoga terus berkesinambungan untuk memperhatikan para pengayah umat , pengabdian para pemangku dan pengayah dalam menjalankan aktivitas adat serta keagamaan dapat tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesehatan sebagai bagian penting dari kualitas kehidupan umat"pungkasnya.

0Komentar