![]() |
| Puncak Acara Utsawa Jnananing Sad Dharma III Tahun 2026 |
SINGARAJA FM,-Rangkaian Utsawa Jnananing Sad Dharma (UJSD) III Tahun 2026 mencapai puncaknya pada Jumat (9/10/2026). Mengusung tema “Yowana Amertaning Bhumi”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi muda Hindu untuk memperkuat Pondasi Spiritual Generasi Muda Hindu, pemahaman Dharma, Pelestarian sastra dan budaya Hindu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Beberapa pejabat penting menghadiri acara ini yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M. dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H; jajaran perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng; Rektor IAHN Mpu Kuturan; Kepala Kantor Kementerian Agama se-Bali; Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng, PHDI Buleleng, Ketua Pokjaluh Nasional; serta para pemangku kepentingan, guru pendamping, dan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha saat menghadiri Acara Puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma (UJSD) III Tahun 2026 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng
Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng I Gede Sumarawan, S.E., M.Pd.H menyampaikan, tema “Yowana Amertaning Bhumi” mengandung pesan tentang peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi lingkungan saat ini serta sejalan dengan nilai Tri Hita Karana dan penguatan ekoteologi yang menjadi bagian dari program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma III tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membekali generasi muda dengan nilai-nilai spiritual. Pembinaan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, pemahaman agama, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Sumarawan, peserta yang meraih juara pertama pada cabang lomba tertentu berpeluang menjadi bagian dari perwakilan untuk mengikuti kegiatan Dharma Gita tingkat Provinsi Bali, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Suasana acara puncak turut diisi dengan persembahan Dharma Gita oleh Kakanwil I Gusti Made Sunartha yang membawakan Pupuh Sekar Agung Mando Malon sebagai pewacen, didampingi Penyuluh Agama Hindu Kemenag Buleleng I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H sebagai peneges. Persembahan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap pelestarian sastra dan tradisi keagamaan Hindu.
Widyasabha, Ruang Pengembangan Sastra Hindu
Dalam sambutannya, Kakanwil I Gusti Made Sunartha memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Utsawa Jnananing Sad Dharma III. Ia menjelaskan bahwa keberadaan Widyasabha di Bali memiliki peran penting dalam pengembangan dan penggalian sastra Hindu, termasuk kidung dan kekawin. Kata Sunartha, pengembangan Widyasabha juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap sastra Hindu yang menjadi landasan kehidupan beragama. Nilai-nilai budaya dan keagamaan tidak dapat dipisahkan dari ajaran yang bersumber pada tattwa dan Weda.
Ia berharap kegiatan seperti Utsawa Jnananing Sad Dharma dapat menjadi proses pembelajaran bagi para yowana untuk memperkuat pengetahuan, kepercayaan diri, dan mental dalam menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan. Menurutnya, hasil Widyasabha tingkat Provinsi Bali nantinya akan menjadi perwakilan Bali dalam kompetisi tingkat nasional. Menurutnya, penting adanya pembinaan berkelanjutan agar generasi muda memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus melestarikan sastra dan budaya Hindu.
Pemkab Buleleng Dorong Keberlanjutan Pembinaan Seni Budaya Generasi Muda
Wabup Buleleng Gede Supriatna atas nama Bupati Buleleng mengapresiasi terselenggaranya Utsawa Jnananing Sad Dharma III. Menurutnya, Pemkab Buleleng memandang kegiatan ini sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai Dharma dan etika yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta dan pemenang lomba juga diberikan ucapan selamat atas partisipasi serta pencapaian mereka. Utsawa diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk membangun mental, mengenali jati diri, dan memperluas pergaulan yang positif. Kata Supriatna. Pemkab Buleleng berharap dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan Kementerian Agama dapat terus diperkuat pada masa mendatang. Ia menambahkan, dukungan lintas instansi dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan pembinaan generasi muda tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi berlanjut dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Juwara Utsawa Jnananing Sad Dharma III
Acara puncak ditutup dengan pengumuman para pemenang dari lima cabang perlombaan. Berikut deretan nama dan grup yang meraih juara.
Lomba Cipta Lagu Religi; Juara Pertama direbut oleh Group Melodi Smantiara dari SMA Negeri 3 Singaraja. Posisi ke-2 diraih oleh Yowana Amerta Swara dari SMP Negeri 8 Singaraja, posisi ke-3 direbut oleh Lanang Masunar dari SMP Negeri 1 Sawan dan Juara Favorit diraih oleh Group Thunder Kids dari SMP Negeri 1 Gerokgak.
Lomba Puja Tri Sandhya; Juara Pertama diraih oleh Komang Linda Ditayanti (SD Negeri 2 Tukadmungga); posisi ke-2 direbut oleh Made Gavinendra (SD Lab Undiksha Singaraja); Juara ke-3 direbut oleh Kadek Raditya Subawa (SD Negeri 2 Tembok, Tejakula) dan Juara Favorit diraih Made Gavinendra dari SD Lab Undiksha Singaraja.
Lomba Gaguritan; Juara Pertama diraih oleh Pasangan Gede Kori Adyatama dan Komang Tubuh Adnyana dari SMP Negeri 1 Kubutambahan; Tempat ke-2 direbut oleh Pasangan Ketut Damyanta Lesmana dan Kadek Soni Pasek Sutariawan (SMP Negeri 3 Sawan); posisi ketiga digondol oleh Pasangan Komang Krisna Dwipayana dan Kadek Reza Dwitama Riana (SMP Negeri 8 Singaraja) dan Juara Favorit jatuh ke Pasangan Qianna Lintang Prameswari dan Ngurah Kadek Ganda Paramarta Wiguna (SMP Lab Undiksha Singaraja).
Lomba Dharma Wacana; Juara Pertama diraih I Gede Widi Artha (SMK Negeri Bali Mandara); Juara ke-2 Komang Merry Suciariani (SMA Negeri 2 Singaraja); Juara ke-3 ditempati Dewa Ayu Bintang Pradnyani dari SMA Negeri Bali Mandara dan Juara Favorit diraih oleh I Gede Widi Artha dari SMK Negeri Bali Mandara.
Lomba Video Pendek; Juara Pertama diraih oleh Group SMP Negeri 4 Seririt; posisi ke-2 diraih oleh SMENSI SMK Negeri 1 Singaraja; tempat ke-3 direbut oleh CINEAS SMP Negeri 1 Seririt dan Juara Favorit diraih oleh SDP TEAM SMK Negeri 1 Tejakula.
Prestasi yang diraih para peserta menjadi modal dan upaya mendorong generasi muda Hindu untuk terus mengembangkan kemampuan, memperdalam pemahaman Dharma, serta menjaga keberlanjutan seni, sastra, dan budaya Hindu. Melalui tema “Yowana Amertaning Bhumi”, Utsawa Jnananing Sad Dharma III diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan prestasi, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga kelestarian bumi

0Komentar