TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Gerindra Minta Pinjaman Rp200 Miliar untuk RSUD Buleleng Dikaji Ulang

Gerindra Minta Pinjaman Rp200 Miliar untuk RSUD Buleleng Dikaji Ulang

Daftar Isi
×

 

Pembahasan Ranperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pembangunan Gedung RSUD Buleleng, Rabu(28/10)siang.

SINGARAJA FM,-Rencana Pemerintah Kabupaten Buleleng mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng menjadi sorotan Fraksi Partai Gerindra DPRD Buleleng. Fraksi Gerindra meminta rencana pembiayaan itu dikaji secara matang sebelum disepakati dalam APBD Tahun Anggaran 2027.

Sorotan tersebut mencuat dalam pembahasan awal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD 2027 serta Ranperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pembangunan Gedung RSUD Buleleng, Rabu(28/10)siang. Rapat yang berlangsung di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng itu dipimpin Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya bersama Tim Ahli DPRD.

Dalam pembahasan tersebut, Wakil Ketua DPRD Buleleng dari Fraksi Gerindra, Kadek Widana, bersama sejumlah anggota fraksinya meninggalkan ruang rapat. Namun, Widana menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan aksi walk out, melainkan bentuk sikap politik agar rencana pinjaman daerah dibahas lebih mendalam.

“Tidak ada aksi walk out. Sikap kami semata-mata mendorong agar rencana pinjaman dana untuk pembangunan RSUD Buleleng tidak diputuskan terburu-buru, melainkan melalui kajian yang lebih komprehensif,” tandas Kadek Widana.

Menurut Widana, skema pinjaman senilai Rp200 miliar tersebut hingga kini dinilai belum cukup jelas sehingga membutuhkan kajian komprehensif, terutama terkait konsekuensi pembiayaan dan kemampuan keuangan daerah.

Ia juga menegaskan, meskipun Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 telah disepakati eksekutif dan legislatif, hal itu tidak serta-merta menjamin persetujuan pada tahap penetapan APBD menjadi peraturan daerah.

Fraksi Gerindra, lanjutnya, berpeluang tidak menyetujui APBD 2027 apabila pemerintah daerah tetap mempertahankan rencana pinjaman tersebut tanpa disertai penjelasan skema yang memadai.

Widana juga mengingatkan agar pembangunan sektor kesehatan tidak hanya terpusat pada RSUD Buleleng. Menurut dia, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah lainnya, seperti RSUD Tangguwisia dan RSUD Giri Emas.

Ia menilai, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak selalu harus ditempuh melalui pembangunan gedung rumah sakit baru. Penguatan fasilitas alat kesehatan serta peningkatan kapasitas tenaga medis juga dapat menjadi alternatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya membenarkan adanya sejumlah anggota Fraksi Gerindra yang meninggalkan ruang rapat. Ia menjelaskan, pembahasan awal bersama Tim Ahli DPRD difokuskan pada kajian dan penyelarasan alokasi anggaran dalam RAPBD 2027 agar sesuai dengan skala prioritas serta kepentingan masyarakat.

Ngurah Arya menegaskan, penyusunan anggaran daerah harus tetap memperhatikan visi, misi, serta program prioritas kepala daerah. Setiap kebijakan belanja maupun pembiayaan harus dipertimbangkan secara cermat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terkait rencana pinjaman daerah dan pembangunan gedung RSUD Buleleng melalui skema tahun jamak, ia mengakui masih diperlukan pembahasan dan kajian lebih lanjut. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah potensi kehilangan pendapatan RSUD yang diperkirakan mencapai Rp80 miliar selama proses pembangunan fisik berlangsung.

Menurut Ngurah Arya, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah rumah sakit yang dimiliki pemerintah daerah. Kualitas pelayanan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, ketersediaan tenaga medis, serta kelengkapan alat kesehatan justru menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Ia pun menilai penguatan fasilitas dan peralatan medis di rumah sakit yang sudah beroperasi perlu menjadi pertimbangan serius. Dengan demikian, berbagai kendala pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi dapat diatasi secara bertahap.

DPRD Buleleng juga mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas RSUD Tangguwisia dan RSUD Giri Emas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Buleleng.

0Komentar

sn
sn
Special Ads