TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Cegah Kekerasan pada Anak dari Rumah, DWP Buleleng Gencarkan Edukasi dan Kenalkan BESTIE

Cegah Kekerasan pada Anak dari Rumah, DWP Buleleng Gencarkan Edukasi dan Kenalkan BESTIE

Daftar Isi
×
Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa

SINGARAJA FM,-Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah dan pemerintah. Keluarga, terutama orang tua, menjadi benteng pertama dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Menyadari pentingnya peran tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng menggencarkan edukasi perlindungan anak sekaligus memperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati).

Edukasi tersebut dikemas dalam pertemuan rutin DWP Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, sebagai narasumber.

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menegaskan bahwa orang tua harus memiliki pemahaman yang memadai untuk mengenali potensi kekerasan, membangun komunikasi terbuka, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi anak.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Menurut Dewi Suyasa, komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar anak merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi persoalan. Orang tua juga perlu membangun kepercayaan sehingga anak tidak takut menyampaikan pengalaman atau situasi yang membuatnya merasa terancam.

Ia berharap edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak tidak berhenti pada pertemuan rutin DWP. Sosialisasi serupa diharapkan dapat diperluas ke masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya perlindungan anak.

“Harapan kami, sosialisasi ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di instansi, sekolah, maupun lingkungan DWP perangkat daerah. Dengan begitu, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Putu Agustini memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi. Pemahaman terhadap berbagai bentuk kekerasan tersebut dinilai penting agar orang tua dan lingkungan sekitar mampu mengenali tanda-tanda risiko serta mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini, komunikasi yang sehat antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dalam sosialisasi tersebut, BESTIE Buleleng menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan untuk memperkuat pencegahan kekerasan melalui pendekatan edukasi sebaya. Program ini mendorong remaja membangun empati, saling menginspirasi, dan menjadi tutor bagi teman sebayanya dalam memahami isu perlindungan anak.

BESTIE Buleleng dijalankan melalui tiga langkah utama, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas akses informasi dan mendorong keterlibatan remaja dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih aman dan peduli.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dapat menghubungi WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng mendorong agar perlindungan anak dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pendidikan, dan diperluas lewat keterlibatan masyarakat. Sebab, mencegah kekerasan bukan sekadar mengenali ancaman, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki ruang yang aman untuk tumbuh, berani berbicara, dan memperoleh perlindungan.

0Komentar

sn
sn
Special Ads