![]() |
| Pemeriksaan Tes Urine Dilakukan BNNK Buleleng di Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng |
SINGARAJA FM,-Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Sepanjang September 2026, BNNK Buleleng melaksanakan lima kegiatan deteksi dini melalui pemeriksaan tes urine yang menyasar lingkungan masyarakat, sekolah, hingga instansi pemerintah.
Lima lokasi tersebut yakni Kantor Desa Bengkala, SMP Negeri 3 Tejakula, SMP Negeri 4 Seririt, Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Kantor Desa Unggahan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif BNNK Buleleng untuk mengetahui lebih awal potensi penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba.
Katim Rehabilitasi BNNK Buleleng, Ni Luh Sri Ekarin, S.Kep., Ns., mengatakan deteksi dini melalui tes urine tidak semata-mata dilakukan untuk mencari pengguna narkotika, tetapi juga menjadi langkah pencegahan dan membangun kesadaran bersama.
“Deteksi dini ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengetahui sejak awal adanya potensi penyalahgunaan narkotika. Jadi bukan hanya pemeriksaan, tetapi juga bagian dari edukasi dan pencegahan agar masyarakat semakin sadar terhadap bahaya narkotika,” ujar Ni Luh Sri Ekarin.
Menurutnya, lingkungan sekolah menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan. Edukasi sejak usia pelajar dinilai diperlukan agar generasi muda memiliki pemahaman dan keberanian untuk menjauhi narkotika.
“Kami ingin membangun pemahaman sejak dini, khususnya kepada para pelajar, bahwa narkotika memiliki dampak yang serius. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh BNN, tetapi juga sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Ni Luh Sri Ekarin menegaskan, keterlibatan instansi pemerintah dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Ketika sekolah, instansi pemerintah, desa dan masyarakat ikut terlibat, maka upaya pencegahan akan semakin kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pemeriksaan saja, tetapi berlanjut menjadi kepedulian bersama terhadap lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki persoalan berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika agar tidak takut mencari bantuan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
“Yang paling penting adalah jangan sampai masyarakat merasa takut untuk mendapatkan informasi maupun bantuan. Penanganan dan rehabilitasi merupakan bagian dari upaya menyelamatkan seseorang dari dampak penyalahgunaan narkotika,” jelas Ni Luh Sri Ekarin.
BNNK Buleleng berharap kegiatan deteksi dini dapat terus diperluas ke berbagai lingkungan. Tidak hanya melalui tes urine, tetapi juga melalui edukasi, sosialisasi, pendampingan dan penguatan peran keluarga.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun sistem pencegahan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, BNNK Buleleng terus mendorong terwujudnya Kabupaten Buleleng yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).

0Komentar