TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Jembatan Integrated Farming Banyuasri Baru 10 Persen, Sutjidra Kejar Target Sebelum Musim Hujan

Jembatan Integrated Farming Banyuasri Baru 10 Persen, Sutjidra Kejar Target Sebelum Musim Hujan

Daftar Isi
×
Bupati Buleleng,I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati,Gede Supriatna Meninjau Pembangunan Jembatan di kawasan Integrated Farming Banyuasri,Senin (7/9)

SINGARAJA FM,-Waktu pembangunan jembatan di kawasan Integrated Farming Banyuasri, Kabupaten Buleleng, mulai berpacu dengan datangnya musim hujan. Hingga Senin (7/9), progres pembangunan jembatan tersebut disebut baru mencapai sekitar 10 persen. Kondisi ini membuat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meminta pekerjaan dipacu, terutama pada bagian bawah jembatan yang dinilai paling krusial.

Bupati Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turun langsung mengecek kondisi proyek. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak tersendat ketika debit air kawasan meningkat saat musim hujan.

Sorotan utama tertuju pada pekerjaan bagian bawah jembatan. Saat ini, proses masih berkutat pada pengeringan area yang nantinya menjadi bagian dari struktur jembatan. Tahapan tersebut harus segera dituntaskan agar pembangunan struktur utama bisa berjalan tanpa terganggu kondisi cuaca.

Sutjidra bahkan meminta pekerjaan bagian bawah jembatan sudah beres sebelum memasuki puncak musim hujan.

“Ini strategis sekali, mengingat musim hujan akan datang. Sebaiknya pada bulan November, konstruksi bagian bawahnya sudah harus selesai,” tegas Sutjidra.

Menurutnya, keterlambatan pekerjaan berpotensi semakin menyulitkan proses pembangunan ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi. Karena itu, waktu menjadi faktor penting dalam mengejar target penyelesaian proyek.

Saat mengecek langsung progres di lapangan, Sutjidra mendapatkan laporan bahwa pengerjaan masih berada di tahap awal.

“Progresnya ini mungkin baru sekitar 10 persen. Jadi yang paling krusial ini untuk pengeringan di bawahnya,” ujarnya.

Meski progres masih rendah, Pemkab Buleleng tetap menargetkan seluruh pembangunan jembatan dapat rampung pada Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, konstruksi akan menggunakan sistem beton pracetak yang diharapkan mampu mempercepat pengerjaan struktur jembatan.

“Nanti pakai beton pracetak,” kata Sutjidra.


Tak Boleh Ganggu Master Plan

Di tengah pembangunan jembatan, Pemkab Buleleng juga tengah menyiapkan fasilitas panjat tebing bertaraf internasional di kawasan yang sama. Lokasinya berada di sisi kanan lahan Integrated Farming milik Pemkab Buleleng.

Keberadaan dua proyek tersebut membuat pemerintah daerah memastikan pembangunan jembatan tidak boleh mengganggu master plan kawasan Integrated Farming yang telah disusun.

Sutjidra berharap pembangunan jembatan dan fasilitas panjat tebing dapat dikerjakan secara bersamaan sehingga tidak ada proyek yang tertinggal.

“Mudah-mudahan ini bisa paralel, simultan, fasilitas panjat tebingnya selesai, jembatan juga selesai,” ujarnya.

Fasilitas panjat tebing tersebut juga mendapat dukungan dari organisasi panjat tebing di Buleleng, terutama dalam pengendalian dan pemanfaatan teknis olahraga.

Dengan target penyelesaian pada Desember, pembangunan jembatan Integrated Farming Banyuasri kini tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga dengan ancaman perubahan kondisi cuaca. Pemerintah daerah ingin bagian paling krusial dituntaskan sebelum hujan semakin sering mengguyur kawasan tersebut. 

0Komentar

sn
sn
Special Ads