![]() |
| Bunda PAUD Provinsi Bali, Putri Suastini Koster |
Pesan tersebut disampaikan Bunda Putri saat melakukan kunjungan ke Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (20/9/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pendampingan orang tua agar anak tidak sekadar mengikuti tren yang berkembang di media sosial.
Salah satu fenomena yang menjadi sorotannya adalah maraknya anak-anak menyanyikan lagu bertema percintaan orang dewasa yang banyak beredar di media sosial.
Bunda Putri menilai anak-anak seharusnya lebih banyak diperkenalkan dengan lagu yang sesuai dengan dunia mereka, termasuk lagu anak-anak, lagu daerah, serta lagu yang menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan lingkungan.
"Anak-anak saat ini terlalu muda untuk menyanyikan lagu cinta. Kalau cinta tanah air oke, tetapi bukan cinta antara laki-laki dan perempuan," tegasnya.
Ia mengatakan, masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam membangun karakter. Karena itu, apa yang didengar, dilihat dan ditiru anak akan menjadi bagian dari proses pembentukan kepribadian mereka.
Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam menentukan lingkungan tumbuh kembang anak, termasuk dalam memilih tontonan maupun musik yang dikonsumsi sehari-hari.
"Jiwa nasionalisme itu harus dipupuk sejak kecil. Jangan sampai mereka bertumbuh 'mendahului umur' akibat pengaruh tontonan dan musik yang salah," ujarnya.
Di tengah derasnya arus konten media sosial, Bunda Putri juga mengingatkan agar nilai-nilai kebangsaan tidak sampai tergerus. Ia menilai pengenalan lagu nasional kepada anak perlu terus dilakukan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Ia bahkan menyoroti kondisi ketika sebagian anak sekolah mulai kurang mengenal lagu-lagu kebangsaan yang seharusnya sudah akrab sejak usia dini.
Karena itu, sekolah diharapkan kembali memberikan ruang yang cukup bagi kegiatan bernyanyi bersama, khususnya lagu-lagu nasional dan lagu anak. Sementara di rumah, orang tua diminta tidak hanya mengawasi penggunaan gawai, tetapi juga mendampingi anak dalam memilih konten.
Bunda Putri menegaskan, membangun generasi yang sehat bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga memastikan anak mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan usia serta memiliki fondasi karakter dan rasa kebangsaan.
"Apa yang kita terima saat ini harus kita wariskan dan lanjutkan secara benar kepada anak-cucu kita kelak," pungkasnya.

0Komentar