TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
BPBD Buleleng Ingatkan Ancaman Angin Kencang dan Kebakaran Lahan, Masyarakat Diminta Waspada

BPBD Buleleng Ingatkan Ancaman Angin Kencang dan Kebakaran Lahan, Masyarakat Diminta Waspada

Daftar Isi
×
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng,
 I Gede Dharma Sudana, S.Sos., MAP

SINGARAJA FM,-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, S.Sos., MAP, mengatakan, perubahan kondisi cuaca perlu diikuti dengan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan pada bangunan.

“Kita mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca. Ketika terjadi angin kencang, masyarakat sebaiknya menghindari berada di bawah pohon besar atau di lokasi yang berpotensi membahayakan,” ujarnya saat mengisi program dialog interaktif “Geliat Buleleng” Radio Singaraja FM 92.0, Selasa (1/9/2026). 

Selain angin kencang, BPBD Buleleng juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Terlebih, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lingkungan mendukung.

“Untuk kebakaran lahan, yang paling utama adalah pencegahan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas,” kata Dharma Sudana.

Ia menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi bencana sejak dini. Informasi yang cepat dari masyarakat akan membantu petugas melakukan penanganan lebih awal.

“Kecepatan informasi sangat penting. Kalau masyarakat melihat ada kejadian atau potensi yang membahayakan, segera sampaikan kepada aparat desa, BPBD, atau petugas terkait sehingga bisa segera dilakukan penanganan,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan juga perlu dilakukan di lingkungan keluarga. Masyarakat diharapkan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat serta tidak mudah panik saat menghadapi bencana.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya mengetahui ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan sebelum bencana. Kesiapsiagaan dari lingkungan keluarga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko,” tuturnya.

BPBD Buleleng, kata dia, terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai unsur terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan petugas tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan bersama, risiko bencana bisa kita tekan,” pungkasnya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads