TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Turis Taiwan Diduga Dilecehkan di Lovina, Polisi Gandeng Atase Kepolisian Taiwan

Turis Taiwan Diduga Dilecehkan di Lovina, Polisi Gandeng Atase Kepolisian Taiwan

Daftar Isi
×
Kapolres Buleleng,AKBP Ruzi Gusman

SINGARAJA  FM,-Kasus dugaan tindakan tidak menyenangkan terhadap seorang wisatawan asal Taiwan di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, mendapat perhatian serius dari kepolisian. Polres Buleleng kini berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia untuk memastikan informasi terkait kejadian dapat dikonfirmasi langsung kepada korban.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang membuat konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan Kalibukbuk, Sabtu (8/8/2026). Korban kemudian membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @aurosa_a hingga menjadi perhatian di media sosial.

Dalam unggahannya, korban mengaku didatangi seorang pria yang kemudian mengajaknya berjabat tangan. Awalnya, korban mengira tindakan tersebut sebagai bentuk keramahan warga lokal. Namun, korban merasa tidak nyaman karena jabat tangan berlangsung cukup lama.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Buleleng melakukan koordinasi dengan pihak Desa Kalibukbuk. Dari penelusuran, pria tersebut diketahui bernama Wayan Sedana alias Nane, 68 tahun, warga setempat.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi langsung dengan korban.

"Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini," kata AKBP Ruzi Gusman, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka mengatakan, pihak desa mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan warga pada Minggu (9/8/2026). N kemudian dipanggil ke kantor desa pada Senin (10/8/2026) untuk diberikan pembinaan bersama keluarganya.

"Yang bersangkutan selanjutnya diminta tidak mengulangi perbuatannya melalui surat pernyataan. Kalau nantinya lagi-lagi berulah seperti ini, kami akan ambil tindakan tegas," ujar Ketut Suka.

Menurut Ketut Suka, pihak desa juga berupaya menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan langkah penanganan kepada korban. Namun, wisatawan tersebut telah meninggalkan penginapannya sehingga komunikasi dilakukan melalui media sosial.

"Kami juga sudah kirim proses penanganan yang dilakukan melalui media sosial yang bersangkutan," katanya.

Kapolres Buleleng menegaskan, tindakan yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak terhadap citra pariwisata Bali, khususnya kawasan Lovina.

"Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina," tegas Ruzi.

Polres Buleleng memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi perhatian dalam penanganan kasus tersebut. Kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut menjaga citra pariwisata Bali dengan memberikan rasa aman dan menghormati wisatawan yang berkunjung.

"Kepolisian menjamin kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan yang sedang berwisata ke Pulau Bali," pungkas Ruzi.

0Komentar

sn
sn
Special Ads