TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Polemik Juara Gerak Jalan 45 Km, Panitia Klarifikasi Status Siswa SMAN Bali Mandara

Polemik Juara Gerak Jalan 45 Km, Panitia Klarifikasi Status Siswa SMAN Bali Mandara

Daftar Isi
×
Pasikian Yowana Kubutambahan Juara 1 Kategori Umum Lomba Gerak Jalan 45 Km HUT RI Ke 81 Kabupaten Buleleng

SINGARAJA FM,-Kemenangan Pasikian Yowana Kubutambahan pada lomba gerak jalan 45 kilometer kategori dewasa putra umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Buleleng menuai keberatan dari sejumlah peserta.

Sorotan tertuju pada regu nomor dada 19 yang keluar sebagai juara pertama. Pasalnya, regu tersebut diketahui diperkuat sejumlah siswa SMAN Bali Mandara.

Merespons keberatan tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng bersama panitia lomba langsung melakukan klarifikasi terhadap status kepesertaan Pasikian Yowana Kubutambahan. Klarifikasi dilakukan setelah dua peserta kategori umum menyampaikan keberatan.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, Kamis (13/8/2026), mengatakan pihaknya menerima informasi dari perwakilan peserta terkait status regu yang meraih juara pertama.

“Kita menerima informasi dari perwakilan peserta untuk melakukan klarifikasi terhadap salah satu peserta yang menjadi juara. Atas arahan ketua panitia, proses klarifikasi sudah kita lakukan dan hasilnya akan kami sampaikan kepada ketua panitia untuk mendapat kajian dan arahan lebih lanjut,” ujar Surya Bharata.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Teknis Lomba Gerak Jalan rangkaian HUT ke-81 RI, Made Sumarga Jaya, membenarkan adanya siswa SMAN Bali Mandara dalam regu Pasikian Yowana Kubutambahan.

“Memang benar dia menggunakan anak-anak SMAN Bali Mandara. Namun, mereka juga memang merupakan anggota Pasikian. Itu sudah dijelaskan melalui surat-surat yang dibawa,” kata Sumarga Jaya.

Panitia menyebut Pasikian Yowana Kubutambahan telah menyerahkan sejumlah dokumen pendukung. Di antaranya surat dari Kelian Desa Adat Kubutambahan serta dokumen terkait peminjaman pakaian dan izin penggunaan siswa SMAN Bali Mandara untuk mengikuti lomba sebagai bagian dari Yowana Kecamatan Kubutambahan.

Berdasarkan klarifikasi sementara, seluruh anggota regu nomor dada 19 disebut berasal dari Kecamatan Kubutambahan. Dari komposisi tersebut, dua peserta merupakan alumni SMAN Bali Mandara, sementara peserta lainnya masih berstatus siswa sekolah tersebut.

Persoalan kemudian mengarah pada aturan lomba. Kategori umum memang diperuntukkan bagi berbagai unsur, termasuk Yowana, OPD, dan organisasi kemasyarakatan. Namun, ketentuan secara khusus mengenai siswa sekolah yang bergabung dalam regu kategori umum belum diatur secara rinci.

Untuk menghindari polemik berkepanjangan, panitia akan mempertemukan peserta kategori umum pada Jumat (14/8/2026) di Kantor Disdikpora Buleleng. Pertemuan tersebut akan dihadiri perwakilan lima peserta kategori umum.

“Tujuannya supaya semua peserta memperoleh gambaran atau klarifikasi yang pas dan berimbang, tidak melalui media sosial saja. Mereka langsung mendengarkan penjelasan antara yang menyampaikan keberatan dan yang diklarifikasi,” jelas Sumarga Jaya.

Di sisi lain, Koordinator Gerak Jalan Putra 45 Km Pasikian Yowana Kubutambahan, Jro Made Sukresna alias Jro Cilik, menegaskan regunya tidak menurunkan siswa sebagai perwakilan sekolah.

“Semua peserta berasal dari Kecamatan Kubutambahan. Pasikian Yowana ini legal atau resmi, ada pengurus dan ada anggotanya,” ujar Jro Cilik.

Menurut Jro Cilik, pihaknya telah meminta izin kepada SMAN Bali Mandara untuk melibatkan siswa asal Kubutambahan. Ia menegaskan keikutsertaan para siswa didasarkan pada status mereka sebagai anggota Pasikian Yowana Kecamatan Kubutambahan.

Kepala SMAN Bali Mandara, Made Sri Narawati, juga membenarkan adanya sejumlah siswanya yang memperkuat tim Yowana. Namun, ia menegaskan para siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kubutambahan dan telah mengikuti prosedur perizinan.

“Yowana bersurat kepada kami untuk meminta izin kepada siswa-siswi kami yang berasal dari Kubutambahan untuk memperkuat tim Yowana dalam gerak jalan 45 kilometer,” ujar Sri Narawati.

Sri Narawati menjelaskan, selain siswa aktif, terdapat pula alumni SMAN Bali Mandara dalam regu tersebut. Sekolah memberikan izin karena kegiatan tersebut merupakan aktivitas di luar agenda sekolah dan pengajuannya dilakukan melalui prosedur resmi.

“Kalau yang memperkuat tim kami, yang gerak jalan 45 kilometer itu memang persiapannya sudah dari bulan Juli setelah MPLS. Kalau Yowana ini kira-kira seminggu atau 10 hari sebelum lomba baru mulai latihan,” jelas Sri Narawati.

Ia juga memastikan SMAN Bali Mandara tidak terlibat dalam pembiayaan tim Yowana.

“Kami tidak pernah membatasi siapa pun. Yang penting prosedurnya jelas. Surat permohonan memang ada dan kami memang mengizinkan. Pendanaannya bukan dari kami,” tegas Sri Narawati.

Dengan adanya klarifikasi dari panitia, Yowana, dan pihak sekolah, keputusan akhir mengenai status kepesertaan serta hasil lomba masih menunggu kajian panitia. Pertemuan dengan seluruh peserta kategori umum dijadwalkan menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman sekaligus menyelesaikan polemik secara terbuka dan berimbang.

0Komentar

sn
sn
Special Ads