TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Empat Siswa SDN 1 Sari Mekar Kehilangan Sepatu di Tengah Lomba, Tetap Tempuh 7 Kilometer Demi Merah Putih

Empat Siswa SDN 1 Sari Mekar Kehilangan Sepatu di Tengah Lomba, Tetap Tempuh 7 Kilometer Demi Merah Putih

Daftar Isi
×
Empat Siswa SDN 1 Sari Mekar Mengikuti Lomba Gerak Jalan Dengan Satu Sepatu

SINGARAJA FM,-Gerak jalan 8 Kilometer tingkat sekolah Dasar dikabupaten Buleleng menyisakan cerita yang membuat banyak orang terkesima Semangat pantang menyerah menjadi pelajaran berharga yang ditunjukkan empat siswa SDN 1 Sari Mekar saat mengikuti lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat Sekolah Dasar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng, Selasa (4/8). Meski kehilangan sepatu sejak awal perlombaan, keempatnya memilih terus melangkah hingga berhasil mencapai garis finis.

Keempat siswa tersebut yakni Komang Aris Sedana Arta, Putu Agus Aditya, Kadek Cantika Merta Dewi, dan Kadek Gita Yusiana yang tergabung dalam barisan nomor undi 71. Perjuangan mereka menyita perhatian peserta maupun penonton karena tetap berjalan hampir tujuh kilometer hanya dengan satu sepatu.

Peristiwa itu bermula saat rombongan baru menempuh sekitar satu kilometer perjalanan. Sepatu kanan milik Komang Aris terlepas setelah tidak sengaja terinjak rekannya dari belakang ketika melintas di Simpang Jalan Diponegoro–Erlangga. Tidak lama kemudian, tiga peserta lainnya mengalami kejadian serupa sehingga mereka terpaksa melanjutkan perlombaan dengan satu sepatu. Gesekan langsung dengan aspal membuat kaus kaki yang dikenakan robek, namun hal tersebut tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus melangkah.

"Panas tadi, tapi karena Danton menyuruh kami tetap jalan. Yang penting bisa sampai finis," ujar Aris.

Menurut Aris, rasa sakit di telapak kaki baru mulai terasa setelah perlombaan usai karena selama perjalanan dirinya memilih fokus menyelesaikan rute bersama teman-temannya.

Setelah seluruh peserta tiba di garis finis, panitia langsung memberikan penanganan awal berupa kompres es dan lidah buaya untuk mengurangi rasa nyeri pada kaki para siswa.

Guru PJOK SDN 1 Sari Mekar, Ketut Catur Mahaputra, mengaku sempat cemas melihat empat anak didiknya kehilangan sepatu dalam waktu yang hampir bersamaan. Ia bahkan telah menyiapkan peserta cadangan apabila ada yang memutuskan berhenti karena khawatir mengalami luka pada kaki.

"Saya sudah bilang, kalau memang tidak kuat lebih baik berhenti karena saya takut kaki mereka lecet atau bengkak. Cadangan sebenarnya sudah siap, tetapi anak-anak memilih tetap melanjutkan. Semangat juang mereka benar-benar luar biasa dan saya bangga mereka mampu menyelesaikan perlombaan," ungkap Catur.

Kepala SDN 1 Sari Mekar, Nyoman Satriarta, mengatakan sekolahnya secara rutin mengikuti lomba gerak jalan setiap peringatan Hari Kemerdekaan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut bukanlah mengejar gelar juara, melainkan membangun disiplin, kebersamaan, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah.

"Kami selalu menanamkan kepada anak-anak bahwa kemenangan bukan hanya soal menjadi juara. Keberanian untuk bertahan, bekerja sama, dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai adalah nilai yang jauh lebih penting. Juara hanyalah bonus dari proses itu," katanya.

Satriarta mengaku dirinya bersama guru dan para orang tua sempat diliputi rasa khawatir ketika mengetahui empat siswanya kehilangan sepatu sejak awal perlombaan di tengah cuaca yang cukup terik. Namun kekhawatiran itu berubah menjadi rasa haru ketika seluruh anggota regu akhirnya berhasil menuntaskan lomba.

"Ini pengalaman yang belum pernah kami alami selama mengikuti lomba gerak jalan. Empat peserta kehilangan sepatu dalam satu barisan, tetapi mereka tidak menyerah. Bagi kami, keberhasilan mereka mencapai garis finis adalah kemenangan yang sesungguhnya dan akan menjadi kenangan sekaligus pelajaran berharga bagi seluruh siswa," pungkas Satriarta.

0Komentar

sn
sn
Special Ads