TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Dokar Hadir di Buleleng Festival 2026, Upaya Pelestarian Transportasi Tradisional

Dokar Hadir di Buleleng Festival 2026, Upaya Pelestarian Transportasi Tradisional

Daftar Isi
×
Komang Yasa,Kusir Dokar dari Jinengdalem

SINGARAJA FM,-Dua dokar turut hadir dalam rangkaian Buleleng Festival 2026. Kehadiran transportasi tradisional ini menjadi salah satu daya tarik sekaligus upaya memperkenalkan dan melestarikan dokar sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Buleleng.

Kusir dokar asal Desa Jinengdalem, Komang Yasa, mengatakan kehadiran dokar dalam Buleleng Festival menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali keberadaan transportasi tradisional kepada masyarakat.

“Kami sangat senang dokar bisa hadir di Buleleng Festival. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan dokar kepada masyarakat, karena sekarang sudah semakin jarang masyarakat melihat dokar digunakan,” ujar Komang Yasa Rabu 19 Agustus 2026.

Komang Yasa menjelaskan, keberadaan dokar tidak hanya berkaitan dengan alat transportasi, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu dijaga.

“Dokar ini bukan hanya kendaraan, tetapi ada nilai sejarahnya. Kami berharap generasi muda bisa mengenal dokar dan ikut menjaga supaya keberadaannya tidak hilang,” katanya.

Menurut Komang Yasa, dukungan terhadap keberadaan dokar sangat dibutuhkan agar para kusir tetap memiliki semangat untuk mempertahankan transportasi tradisional tersebut.

“Kalau ada kegiatan seperti Buleleng Festival yang memberikan ruang untuk dokar, tentu kami sangat mengapresiasi. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kegiatan yang melibatkan dokar,” ungkapnya.

Ia juga berharap dokar tidak hanya hadir sebagai pajangan atau bagian dari kegiatan festival, tetapi dapat terus dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan budaya di Buleleng.

“Kami berharap dokar bisa terus digunakan dalam kegiatan-kegiatan budaya. Dengan begitu masyarakat bisa melihat langsung dan anak-anak juga bisa mengenal dokar dari dekat,” tambah Komang Yasa.

Sementara itu, salah satu pengunjung Buleleng Festival, Made Mastini, mengaku tertarik melihat langsung dua dokar yang hadir di tengah rangkaian festival.

“Saya melihat dokar ini cukup menarik. Apalagi sekarang kendaraan seperti ini sudah jarang kita temukan. Kehadirannya di Buleleng Festival membuat suasana menjadi berbeda dan mengingatkan kita pada transportasi zaman dulu,” ujar Made Mastini.

Made Mastini menilai kehadiran dokar juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan budaya lokal.

“Anak-anak sekarang mungkin lebih mengenal kendaraan modern. Dengan adanya dokar di festival seperti ini, mereka bisa melihat langsung seperti apa kendaraan tradisional yang pernah digunakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pelestarian dokar tidak hanya menjadi tanggung jawab kusir, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah.

“Saya berharap dokar seperti ini tetap dipertahankan. Jangan sampai hanya tinggal cerita. Kalau bisa terus ditampilkan dalam kegiatan budaya, masyarakat juga akan semakin mengenal dan menghargainya,” ungkap Made Mastini.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Buleleng Festival 2026 yang memberikan ruang bagi keberadaan budaya dan tradisi lokal.

“Festival seperti ini bagus karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan budaya Buleleng. Dokar menjadi salah satu bagian yang menarik dan patut dipertahankan,” tambahnya.

Kehadiran dua dokar di Buleleng Festival 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian transportasi tradisional dan kekayaan budaya Kabupaten Buleleng.

0Komentar

sn
sn
Special Ads