![]() |
| Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra Melakukan Pelepasan Tukik di Pantai Camplung,Minggu (16/8) |
SINGARAJA FM,-Sebanyak 100 ekor tukik dilepasliarkan di Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Minggu (16/8). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat upaya pelestarian penyu sekaligus menjaga habitat pesisir di kawasan tersebut.
Kegiatan yang digagas komunitas pecinta lingkungan Kurma Segara Raksa itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Pantai Camplung menjadi salah satu lokasi yang rutin dimanfaatkan penyu untuk bertelur, terutama pada periode Mei hingga Agustus.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, pelestarian penyu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk desa adat dan masyarakat pesisir.
“Ini yang akan kita komunikasikan dengan antar desa adat agar betul-betul ikut menjaga pelestarian dan kemurnian penyu-penyu ini. Inisiatif dari masyarakat sangat kami dukung,” ujar Bupati Sutjidra.
Menurutnya, telur penyu yang tidak mendapatkan pengawasan berpotensi dimangsa predator seperti anjing dan biawak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, desa adat, komunitas, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan penyu di pesisir Buleleng.
Pemkab Buleleng juga siap berkolaborasi melalui perangkat daerah terkait, mulai dari lingkungan hidup, pertanian dan ketahanan pangan, hingga perikanan. Penataan kawasan pesisir nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata bahari.
Ketua Kurma Segara Raksa Nyoman Sadwika mengatakan, selain 100 tukik yang dilepas, masih terdapat 60 tukik yang baru menetas sekitar sepekan lalu dan masih dipelihara sementara hingga kondisi fisiknya lebih kuat.
“Kami berharap langkah kecil yang kami lakukan sekarang bisa berdampak kepada langkah-langkah besar selanjutnya,” kata Nyoman Sadwika.
Komunitas juga tengah menyiapkan grand desain Pantai Camplung sebagai kawasan wisata bahari yang memadukan konservasi penyu, kuliner, olahraga air, dan wisata spiritual.
“Grand desain kawasan Pantai Camplung ini nantinya kami harapkan bisa memadukan pelestarian penyu, kuliner, water sport, dan wisata spiritual,” ungkap Nyoman Sadwika.
Ke depan, pelepasan tukik direncanakan melibatkan sekolah-sekolah di Banyuasri. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian penyu dan ekosistem laut.
“Semoga apa yang kita cita-citakan bersama sebagai sesama pecinta binatang dan pecinta pelestarian lingkungan bisa terwujud,” pungkas Nyoman Sadwika.

0Komentar