![]() |
| Kadisdikpora Buleleng,Ida Bagus Surya Bharata |
SINGARAJA FM,-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Buleleng resmi dimulai. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan setiap lulusan dari TK, SD, hingga SMP dapat masuk ke sekolah negeri dan swasta di Buleleng.
Ida Bagus Surya Bharata, Kepala Disdikpora Buleleng,saat dikonfirmasi pada,Selasa (2/6) menyatakan bahwa kapasitas sekolah Buleleng masih sangat mencukupi dibandingkan dengan jumlah lulusan di setiap jenjang pendidikan.“Secara keseluruhan, kita pastikan tidak ada masalah kuota. Baik dari TK ke SD maupun SD ke SMP, semua lulusan bisa tertampung. Bahkan kapasitas kita masih lebih besar daripada jumlah lulusan,” tegasnya.
Untuk jenjang SD, daya tampung sekolah negeri dan swasta mencapai 14.725 kursi, sementara jumlah lulusan TK tahun ini sebanyak 8.639 anak. Sementara pada jenjang SMP, daya tampung sekolah negeri dan swasta mencapai 12.966 kursi, sedangkan jumlah lulusan SD tahun ini tercatat sebanyak 10.915 siswa. Dengan kondisi tersebut, Disdikpora memastikan tidak ada potensi anak tidak tertampung.
Surya Bharata menambahkan, pihaknya terus memetakan kebutuhan peserta didik di setiap wilayah agar distribusi siswa lebih merata. “Kalau bicara angka memang aman. Tapi yang menjadi perhatian kami adalah sebarannya. Ada sekolah yang penuh karena berada di kawasan padat penduduk, sementara ada sekolah lain yang masih longgar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah perkotaan seperti Singaraja, yang mengalami peningkatan jumlah penduduk dan kawasan permukiman baru, namun belum diimbangi dengan pemerataan fasilitas pendidikan.
"Kami dorong agar sekolah yang masih kurang murid bisa dioptimalkan. Termasuk sekolah swasta yang dibangun masyarakat, juga menjadi bagian penting dalam pemerataan layanan pendidikan," katanya. Disdikpora juga mendorong keterlibatan sekolah swasta sebagai pilihan masyarakat untuk mengatasi masalah ini.
Sejak awal tahun, Disdikpora Buleleng telah merencanakan berbagai langkah untuk melaksanakan SPMB. Pada bulan Januari, perencanaan dilakukan; pada bulan Februari, SK dan petunjuk teknis disusun; pada bulan April, sosialisasi dilakukan; pada bulan Mei, bimbingan teknis diberikan untuk jenjang PAUD dan SMP; dan pada bulan Juni, penerimaan murid baru dilakukan.
Untuk TK, SD, dan SMP, pendaftaran SPMB dilakukan secara daring dengan sistem unggah dokumen sesuai persyaratan. Namun, bagi daerah yang tidak memiliki koneksi internet, pendaftaran tetap dapat dilakukan secara luring melalui sekolah asal atau sekolah tujuan.
Untuk TK, SD, dan SMP, pendaftaran SPMB dilakukan secara daring dengan sistem unggah dokumen sesuai persyaratan. Namun, bagi daerah yang tidak memiliki koneksi internet, pendaftaran tetap dapat dilakukan secara luring melalui sekolah asal atau sekolah tujuan.
Di TK, pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 30 Juni 2026, dengan usia kelompok A 4–5 tahun dan kelompok B 5–6 tahun. Di SD, calon peserta didik harus berusia maksimal 6 tahun per 1 Juli 2026, kecuali bagi penyandang disabilitas, dan telah menyelesaikan pendidikan TK atau sederajat.
Untuk SMP, pendaftaran dibuka melalui beberapa jalur: jalur prestasi 2–5 Juni, jalur afirmasi 4–6 Juni, jalur mutasi 8–11 Juni, dan jalur domisili 10–20 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026.
Untuk SMP, pendaftaran dibuka melalui beberapa jalur: jalur prestasi 2–5 Juni, jalur afirmasi 4–6 Juni, jalur mutasi 8–11 Juni, dan jalur domisili 10–20 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026.

0Komentar