![]() |
| Ketua DPRD Buleleng,Ketut Ngurah Arya Menerima Audensi Mahasiswa Undiksha |
SINGARAJA FM,-Puluhan mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mendatangi Gedung DPRD Buleleng, Senin (22/6/2026), untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait berbagai isu nasional dan daerah. Audiensi tersebut dipimpin Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Undiksha, Charles Parlindungan Harefa, dan diterima langsung Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan kajian kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari rencana revisi Undang-Undang Polri, kenaikan harga BBM non-subsidi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka juga menyoroti persoalan lokal seperti pengelolaan sampah dan penguatan koperasi desa.
Charles mengatakan, salah satu poin utama yang menjadi perhatian mahasiswa adalah revisi Undang-Undang Polri. Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan dalam rancangan tersebut yang dinilai bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Tahun 2005.
“Kami menilai ada inkonstitusionalitas yang melawan putusan MK tahun 2005, terutama terkait penambahan batas usia pensiun perwira Polri yang menurut kami tidak memiliki urgensi. Selain itu, kami menyoroti aturan yang memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan sipil tanpa harus mundur dari kepolisian,” ujar Charles.
Selain itu, mahasiswa juga mengkritisi kenaikan harga BBM non-subsidi. Meski tidak menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut, mereka meminta DPRD Buleleng memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tidak terjadi kelangkaan akibat meningkatnya peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian. Mahasiswa mendukung tujuan program tersebut, namun meminta pelaksanaannya diawasi secara ketat agar terhindar dari praktik penyimpangan.“Kami tidak menolak program MBG karena tujuannya mulia untuk siswa-siswi di daerah pedalaman. Namun, harapannya pelaksanaan ini diawasi seketat-ketatnya agar tidak terjadi penyimpangan,” tambahnya.
Charles menegaskan audiensi dipilih sebagai jalur dialog akademis untuk menyampaikan aspirasi sebelum menempuh aksi demonstrasi. Ia berharap seluruh masukan tersebut mendapat tindak lanjut dari DPRD Buleleng.
“Kami mengedepankan ruang akademis untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan masyarakat. Namun, jika aspirasi ini tidak ditindaklanjuti oleh DPRD Buleleng, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi damai,” tegas Charles.
Menanggapi aspirasi itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyatakan menghargai sikap kritis mahasiswa sebagai bagian dari kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, meskipun pembahasan revisi Undang-Undang Polri merupakan kewenangan pemerintah pusat dan DPR RI, aspirasi dari daerah tetap memiliki nilai penting untuk disampaikan.
“Terkait isu nasional seperti RUU Polri. Meskipun ini ranah kebijakan pusat, kami berkomitmen untuk menyampaikan keluh kesah dan kekhawatiran mahasiswa ini ke DPR RI. Ada kekhawatiran akan dampak luas dan potensi kecurigaan publik terhadap institusi Polri jika UU ini disahkan tanpa pertimbangan matang,” ujar Ngurah Arya.
Ia juga mengakui kenaikan harga BBM non-subsidi dipengaruhi kondisi geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Namun demikian, dampaknya tetap dirasakan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, karena memicu kenaikan biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok.
“Kenaikan BBM ini memang kebijakan pemerintah pusat akibat isu global dan nilai tukar rupiah. Namun, dampaknya sangat nyata bagi masyarakat miskin (Desil 1-5). Meski mungkin mereka tidak menggunakan Pertamax secara langsung, kenaikan ini memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok karena biaya produksi dan transportasi yang membengkak,” jelasnya.
Ngurah Arya mengajak mahasiswa untuk terus menjaga tradisi akademik dengan tetap kritis terhadap berbagai persoalan, baik yang berskala nasional maupun yang terjadi di Kabupaten Buleleng.
“Kami menyambut baik pemikiran akademis ini. Kami harap mahasiswa terus memberikan masukan, baik untuk isu nasional maupun lokal, demi kemajuan Buleleng,” tandasnya.

0Komentar