TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Penarukan dan Poh Bergong Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos di Kabupaten Buleleng

Penarukan dan Poh Bergong Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos di Kabupaten Buleleng

Daftar Isi
×
Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kelurahan Penarukan,Kamis (4/6) 

SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi meluncurkan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong, Kecamatan Buleleng. Dua wilayah ini ditunjuk sebagai pilot project dalam upaya penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan transparan melalui sistem bernama Portal Pelayanan Sosial (Perlinsos).

Uji coba yang berlangsung Kamis (4/6/2026) di Aula Pertemuan Kantor Lurah Penarukan ini merupakan bagian dari program serentak di seluruh kabupaten di Bali. Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita dengan sosialisasi mekanisme aplikasi yang telah disiapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Perencana Ahli Pertama Kementerian PPN/Bappenas, Arrie Wibowo, menjelaskan bahwa Portal Pelinsos dirancang untuk menjawab dua tantangan utama bansos selama ini. Pertama, stigma negatif di masyarakat bahwa penyaluran bantuan kerap “milih-milih” atau hanya untuk kalangan tertentu. Kedua, adanya ketidaktepatan sasaran.

“Portal Perlinsos menerapkan skema on demand. Siapa pun boleh meminta, tapi sistem akan menyeleksi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta kriteria dari Kementerian Sosial. Ada juga negative list seperti daya listrik tinggi atau kepemilikan mobil. Jika kena indikator itu, permohonan akan ditolak,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem ini sekaligus menjadi sarana pemutakhiran data. Masyarakat yang ditolak dapat menyanggah jika merasa datanya tidak sesuai. Portal akan memfasilitasi penyanggahan. Tapi jika terbukti memberikan data palsu, ada regulasi yang mengatur sanksi. “Target utama sistem ini adalah menjaring warga miskin yang luput dari bantuan sekaligus menyaring penerima yang tidak berhak,” imbuh Arrie.

Kepala Dinas Sosial P3A Buleleng selaku Operasional Tim Digitalisasi Bansos Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra menyebutkan alasan memilih Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong. Di Kabupaten Buleleng terdapat 351.343 jiwa atau 10.498 KK yang masuk desil satu hingga lima di DTSEN. Dari jumlah tersebut, dilihat penerima terbanyak dan wilayah terluas. 

“Sehingga terpilih Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong untuk kami percepat proses dalam satu Kecamatan dulu. Sehingga bisa menjadi percontohan atau pilot project,” sebutnya

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengungkapkan bahwa jumlah total penerima bansos pemerintah di wilayahnya mencapai 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut terdiri dari 147 KPM penerima PKH dan 267 BPNT. 

“Dalam uji coba ini kami mendatangkan 100 KPM dan 10 agen. Sisanya 314 KPM akan dilayani melalui loket khusus di kelurahan serta pendampingan langsung ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Hingga diakhirinya ujicoba, terdapat 94 nama KPM yang berhasil terdaftar ke Portal Perlinsos dari 100 KPM yang didatangkan. 

Pemerintah berharap digitalisasi ini dapat rampung dalam waktu dekat dan menjadi model bagi seluruh kecamatan di Buleleng.

0Komentar

sn
sn
Special Ads