TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Minuman Jadul Bali Tak Lolos PKB 2026, Pelaku UMKM Tetap Berkomitmen Lestarikan Warisan Tradisional

Minuman Jadul Bali Tak Lolos PKB 2026, Pelaku UMKM Tetap Berkomitmen Lestarikan Warisan Tradisional

Daftar Isi
×
Minuman Jadul


SINGARAJA FM,-Usaha mikro “Minuman Jadul Bali” yang berlokasi di Kerobokan harus menerima kenyataan tidak lolos dalam seleksi tenant UMKM pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Meski demikian, pelaku usaha tersebut tetap berkomitmen untuk melestarikan minuman tradisional khas Bali di tengah gempuran tren minuman modern.

Usaha yang telah dirintis sejak tahun 2020 ini mengangkat konsep minuman tempo dulu yang dikenal masyarakat Bali sebagai “yeh salak”. Minuman ini merupakan jenis limun klasik yang dahulu populer sebelum hadirnya berbagai minuman kekinian seperti boba.

Saat ini, “Minuman Jadul Bali” menghadirkan beberapa varian unggulan, di antaranya salak, coffee bier, apollo (jeruk), dan limun rasa stroberi. Produk-produk tersebut dihadirkan untuk membangkitkan nostalgia sekaligus memperkenalkan cita rasa tradisional kepada generasi muda, khususnya Gen Z.

“Kami ingin minuman ini tetap ada dan dikenal kembali oleh generasi sekarang. Dulu, sebelum minuman modern menjamur, hanya ada minuman seperti ini,” ujar pemilik usaha.

Keikutsertaan dalam PKB 2026 menjadi pengalaman pertama bagi usaha ini. Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti proses kurasi setelah viral di media sosial, khususnya TikTok, yang membuat banyak masyarakat Bali penasaran untuk mencicipi produk tersebut.

Proses seleksi dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha oleh tiga orang kurator. Namun, pada 30 Mei 2026, pelaku usaha mengetahui bahwa mereka tidak lolos seleksi setelah mencoba menghubungi salah satu kurator karena tidak adanya pengumuman resmi.

“Cukup berat, karena banyak masyarakat yang sudah menunggu kehadiran kami di PKB. Bahkan ada yang datang dari Karangasem hingga Buleleng,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan resmi terkait alasan tidak lolos seleksi. Meski demikian, harapannya terhadap ajang PKB sebagai wadah promosi UMKM tetap tinggi, terutama bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan ruang untuk berkembang.

Menurutnya, PKB memiliki peran penting dalam mendukung promosi produk lokal Bali. Ia juga memberikan masukan agar sistem seleksi ke depan dapat dilakukan lebih transparan dan memberikan kesempatan yang merata melalui sistem rotasi peserta.

“Harapannya, UMKM yang masih berjuang melestarikan produk tradisional bisa lebih dilirik dan diberi ruang,” tambahnya.

Tidak lolosnya seleksi PKB 2026 tentu memberikan dampak, terutama dari sisi ekspektasi masyarakat yang ingin mencoba produk tersebut secara langsung di ajang tersebut. Namun demikian, pelaku usaha menegaskan akan tetap melanjutkan usahanya.

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar, “Minuman Jadul Bali” aktif memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung UMKM lokal, khususnya pelaku usaha kuliner tradisional Bali agar dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan tampil di ajang besar seperti PKB.

“Mari kita dukung UMKM lokal Bali. Banyak pelaku usaha yang ingin maju dan membawa produk tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya. 

0Komentar

sn
sn
Special Ads