TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Menjelang Galungan, Ida Pandita Ingatkan Umat Jaga Pikiran dan Kendalikan Emosi

Menjelang Galungan, Ida Pandita Ingatkan Umat Jaga Pikiran dan Kendalikan Emosi

Daftar Isi
×
Ida Pandita Kebayan


SINGARAJA FM,-Menjelang Hari Raya Galungan, tidak sedikit masyarakat mengaku merasakan perubahan suasana batin dan emosi. Mulai dari lebih mudah tersinggung, cepat marah, hingga rentan terlibat perdebatan dengan keluarga, pasangan, maupun rekan kerja. Fenomena yang kerap disebut sebagai “drama menjelang Galungan” ini bahkan dianggap menjadi hal yang berulang setiap enam bulan.

Menurut penjelasan Ida Pandita Kebayan, kondisi tersebut tidak semata-mata dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas dan pengeluaran menjelang hari raya, tetapi juga memiliki kaitan dengan kepercayaan spiritual dalam ajaran Hindu Bali.

Beliau menjelaskan, tiga hari menjelang Galungan, yakni Minggu, Senin, dan Selasa, dipercaya sebagai masa ketika pengaruh Sang Kala Tiga sedang kuat. Sang Kala Tiga terdiri dari Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan, dan Bhuta Amangkurat.

Dalam kepercayaan tradisional Bali, ketiga unsur tersebut diyakini dapat memengaruhi pikiran, perkataan, dan perilaku manusia. Dampaknya, seseorang dapat menjadi lebih mudah terpancing emosi, sulit mengendalikan diri, hingga berpotensi menimbulkan perselisihan tanpa disadari.

Meski demikian, Ida Pandita menegaskan bahwa masa ini juga menjadi bagian dari ujian spiritual bagi umat Hindu. Kemampuan menjaga pikiran tetap jernih, menahan amarah, mengendalikan ucapan, serta menghindari pertengkaran dipandang sebagai bentuk kemenangan diri sebelum memasuki Hari Raya Galungan.

Masyarakat pun diajak untuk memperbanyak introspeksi, memperkuat sembah bhakti, serta menjaga keharmonisan dengan sesama ketika mulai merasakan emosi yang tidak biasa.

“Apabila kita mampu melewati berbagai godaan dan dinamika menjelang Galungan dengan hati yang tenang, maka besar kemungkinan kita akan merayakan Hari Raya Galungan dengan perasaan yang lebih damai, bahagia, dan penuh makna,” demikian pesan yang disampaikan.

Hari Raya Galungan sendiri merupakan momentum kemenangan Dharma melawan Adharma. Karena itu, pengendalian diri, ketenangan batin, dan menjaga keharmonisan menjadi bagian penting dalam memaknai perayaan suci tersebut.

0Komentar

sn
sn
Special Ads