TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Mulai Ditinggalkan Petani,Pemkab Buleleng Lakukan Upaya Pelestarian Padi Sudaji

Mulai Ditinggalkan Petani,Pemkab Buleleng Lakukan Upaya Pelestarian Padi Sudaji

Daftar Isi
×
Padi Sudaji Varietas Padi Lokal Yang Terancam Punah


SINGARAJA FM,-Varietas padi lokal khas Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, terancam punah. Petani mulai beralih ke varietas modern yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi dan memanen lebih cepat daripada varietas lokal.

Karena kondisi ini, pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mengambil tindakan untuk menjaga benih Padi Sudaji dengan menanam demplot. Ini dilakukan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distan KP) Buleleng.

Gede Melandrat, kepala Distan KP Buleleng, Pada Minggu (24/5),menyatakan bahwa keberadaan Padi Sudaji saat ini semakin sedikit. Bahkan pihaknya kesulitan mendapatkan benih untuk dibudidayakan lagi.

“Sekarang benihnya sudah sangat sedikit. Kami sampai kesulitan mendapatkan benih untuk ditanam kembali,” ujarnya.

Distan KP Buleleng menanam Padi Sudaji di lahan seluas 12 are di Hutan Kota Banyuasri, Kecamatan Buleleng, untuk menjaga ketersediaan benih dan menjaga varietas lokal tetap ada.

Menurut Melandrat, petani mulai enggan menanam Padi Sudaji karena masa tanam hingga panennya mencapai enam bulan, sementara varietas modern hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, yang dianggap lebih efisien dan mendukung sistem penanaman tiga kali setahun.

"Dari segi rasa dan kualitas bagus. Berasnya pulen, utuh, dan panjang. Harga jualnya juga bisa dua kali lipat dibanding beras biasa seperti Ciherang atau Inpari." ucapnya

Melandrat menambahkan, pada masa lalu hamper seluruh wilayah Desa Sudaji menjadi sentra penanaman Padi Sudaji. Namun kini keberadaannya semakin sulit ditemukan sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk menjaga kelestariannya. “Kalau pemerintah tidak hadir menjaga varietas seperti ini, lama-lama bisa hilang,” tegasnya.

Distan KP Buleleng juga mengembangkan banyak produk lokal selain Padi Sudaji, seperti jagung gembal, sorgum khas Buleleng, talas, ubi-ubian, dan kapas lokal. Selain meningkatkan ketahanan pangan daerah, program tersebut menjadi bagian dari pertanian terintegrasi.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan bahwa untuk menjaga kemandirian pangan dan mempertahankan produk asli daerah, sangat penting untuk melestarikan makanan lokal.

Menurutnya, padi Sudaji harus dilestarikan. Bibit yang ditanam sekarang akan disebarkan kembali kepada petani, khususnya di Desa Sudaji dan Kecamatan Sawan.

0Komentar

sn
sn
Special Ads