![]() |
| Wabup Buleleng,Gede Supriatna Menyerahan Bantuan Paket Makanan Tambahan Bagi Balita dan Ibu Hamil di Wantilan Desa Adat Banyuasri |
SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui penyerahan bantuan paket makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Banyuasri dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pemberian bantuan makanan tambahan ini merupakan langkah konkret dalam menanggulangi persoalan stunting di daerah. “Ini kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Sosial bersama PKK dan GOW untuk memberikan bantuan makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak-anak yang berpotensi stunting,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, terdapat perbedaan data terkait angka stunting di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting masih berada di kisaran 13 persen. Namun, hasil pendataan langsung yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni sekitar 3,35 persen.
“Memang ada perbedaan antara hasil survei SSGI dengan pendataan langsung yang dilakukan di seluruh desa dan kelurahan. Namun, hal itu tidak menjadi persoalan utama, karena yang terpenting adalah bagaimana kita terus menurunkan angka stunting,” kata Supriatna, pada Jumat, 24 April 2026. Ia menambahkan bahwa upaya tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.
Supriatna juga menyoroti bahwa persebaran kasus stunting di Buleleng relatif merata di seluruh wilayah. Kondisi ini menuntut adanya penanganan yang menyeluruh dan terintegrasi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar program penurunan stunting dapat berjalan efektif.
Sementara itu, Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Suweca, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan terdiri dari paket makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap masyarakat. Untuk balita disiapkan 100 dus dan untuk ibu hamil sebanyak 43 paket,” ucapnya.
Ia memaparkan, di wilayah Banyuasri terdapat 19 balita yang mengalami stunting dan 19 balita lainnya tergolong kurang gizi, sehingga total mencapai 38 balita yang menjadi sasaran program. Selain itu, terdapat 43 ibu hamil yang juga menerima bantuan guna memastikan kecukupan gizi selama masa kehamilan.
“Untuk balita stunting, masing-masing mendapatkan tiga dus paket makanan tambahan. Ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan mempercepat penurunan angka stunting,” ujar Suweca. Ia juga menjelaskan bahwa balita yang terdampak terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari 2 bulan hingga di atas 2 tahun.
Dalam upaya pengawasan, pihak kelurahan bekerja sama dengan Posyandu dan bidan desa untuk melakukan pemantauan rutin. Kegiatan pos stunting dilaksanakan setiap bulan guna mencatat perkembangan kondisi anak. “Kami terus melakukan sosialisasi dan pemantauan bersama Posyandu agar anak-anak yang terdampak bisa mengalami perbaikan kondisi secara bertahap,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus melakukan intervensi yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Buleleng.

0Komentar