![]() |
| Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospppa) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra |
SINGARAJA FM,-Langkah maju dalam transformasi pelayanan publik kembali dicatat oleh Kabupaten Buleleng.Secara resmi Buleleng ditunjuk sebagai salah satu wilayah yang akan memulai inisiatif digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos).
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospppa) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra saat memimpin rapat koordinasi piloting digitalisasi bantuan sosial di Buleleng di Ruang Rapat Gedung Unit IV, Rabu, (1/4).program ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah mulai berjalan di lapangan. Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) tim pelaksana serta berbagai kegiatan sosialisasi yang telah diikuti di tingkat provinsi maupun pusat.
“Walaupun rapat terbuka baru dilaksanakan hari ini, sebenarnya tim di Buleleng sudah bergerak lebih dulu. Ini bentuk komitmen kita mendukung program pusat,” ujarnya.
Program digitalisasi bansos ini, menurut Kadis Kariaman, telah menjadi terobosan besar dalam mengatasi masalah klasik penyaluran bantuan seperti ketidaktepatan sasaran dan kecemburuan sosial di masyarakat. Nanti, masyarakat dapat secara mandiri mengecek status kelayakan mereka sebagai penerima bantuan melalui sistem berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Dengan sistem ini, semuanya menjadi lebih transparan. Masyarakat bisa langsung mengetahui apakah mereka layak atau tidak menerima bantuan, tanpa harus melalui proses yang berbelit,” jelasnya.
Tak hanya itu, digitalisasi ini juga diharapkan mampu memutus praktik-praktik perantara yang kerap menimbulkan ketidakpuasan di tengah masyarakat dan Buleleng mampu menjadi contoh nasional dalam mewujudkan sistem bantuan sosial yang lebih modern, transparan, dan berkeadilan.
Untuk mempercepat implementasi tersebut, pemerintah akan membentuk agen-agen sosial di setiap desa. Agen ini akan menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat mengakses aplikasi serta memahami mekanisme program.
Kesuksesan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif desa, karena ada sekitar 267 ribu kepala keluarga di Buleleng, dan setiap agen akan mendampingi sekitar 100 kepala keluarga. Untuk mengurangi salah sasaran, sistem ini terintegrasi dengan data aset, kependudukan, dan bank.
Sasarannya adalah penerima bansos yang didaftarkan ulang, kelompok miskin yang belum menerima bantuan sosial, dan kelompok miskin yang menderita sakit kronis, disabilitas berat, dan orang tua.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga meminta semua pihak, mulai dari perangkat daerah, kecamatan hingga desa, untuk bekerja sama untuk menyukseskan program ini. “Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi upaya bersama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ajaknya.

0Komentar