TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Cegah Rabies, Distankan Buleleng Intensifkan Layanan Vaksinasi

Cegah Rabies, Distankan Buleleng Intensifkan Layanan Vaksinasi

Daftar Isi
×
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng Intensifkan Pelayanan Vaksinasi Rabies

SINGARAJA FM,-Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan pelayanan vaksinasi rabies sebagai upaya rutin melindungi kesehatan hewan sekaligus mencegah penularan kepada masyarakat.

Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, menegaskan bahwa program vaksinasi rabies dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak pernah dihentikan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi penyebaran rabies di wilayah Buleleng.

“Vaksinasi itu tidak pernah berhenti, kami terus berjalan melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberian vaksin rabies dilakukan satu kali dalam setahun. Setiap hewan yang telah divaksin seharusnya dilengkapi kartu vaksin serta penanda berupa kalung sebagai bukti bahwa hewan tersebut sudah mendapatkan imunisasi.

Menurutnya, metode tersebut telah lama diterapkan dan menjadi standar dalam pengendalian rabies. Namun di lapangan, masih ditemukan kendala seperti kalung penanda yang dilepas oleh pemilik atau hilang, sehingga menyulitkan identifikasi secara visual.

“Kartu vaksin sebenarnya bisa menjadi acuan untuk mendeteksi apakah masa vaksin sudah lewat atau belum,” ucapnya.

Berdasarkan data Distankan Buleleng, populasi hewan penular rabies (HPR) yang tercatat meliputi 68.748 anjing, 11.883 kucing, dan 520 monyet. Ketiga jenis hewan tersebut merupakan hewan peliharaan yang telah terdata resmi, sementara hewan liar menjadi fokus penanganan melalui program vaksinasi dan pengendalian.

Untuk mendukung program tersebut, Distankan saat ini memiliki stok vaksin sebanyak 10.790 dosis, dengan sisa 6.805 dosis yang belum terpakai. Pemerintah berharap masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan vaksinasi yang tersedia.

Masyarakat diimbau untuk mendatangi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat atau berkoordinasi dengan aparat desa agar seluruh hewan peliharaan dapat terjangkau program vaksinasi dan tidak ada yang terlewat.

“Ini kembali kepada kita semua, karena anjing yang ada di sekitar kita belum tentu dalam kondisi aman, apalagi anjing liar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk penanganan anjing liar. Jika ditemukan populasi anjing liar yang cukup banyak, akan dilakukan langkah penanganan terpadu, termasuk vaksinasi massal.

" Upaya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) juga terus digencarkan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi rabies. Program ini dinilai telah berjalan cukup baik, terutama di wilayah perkotaan di mana sebagian besar hewan peliharaan sudah mendapatkan vaksin,"ucap melandrat.

0Komentar

sn
sn
Special Ads