TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Bichito Coffee Hadirkan Kopi Rasa Buleleng Masa Kini

Bichito Coffee Hadirkan Kopi Rasa Buleleng Masa Kini

Daftar Isi
×
Bichito Coffee di Jalan Gajahmada 124 Singaraja


SINGARAJA FM,-Telah hadir Bichito Coffee di Jalan Gajahmada 124 Singaraja. Bichito Coffe ini, satu-satunya kedai kopi di Bali Utara yang menghadirkan Kopi Lemukih bersertifikat, warisan rasa dari ketinggian lereng Desa Lemukih, wilayah Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Artinya di tengah semakin berkembangnya industri kopi spesialti Indonesia, hadir Bichito Coffee yang merupakan sebuah kedai kopi yang berdiri di jantung Kota Singaraja, dengan misi yang sederhana. Namun bermakna dalam memperkenalkan kekayaan cita rasa Kopi Lemukih kepada dunia.

Kopi yang selama ini tumbuh tersembunyi di balik ketinggian pegunungan Buleleng, kini mendapatkan pengakuan resmi melalui sertifikat Indikasi Geografis yang diterbitkan pada Desember 2025 lalu.

Dalam hal iniKopi Lemukih adalah Kopi Robusta yang ditanam di kawasan Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali Utara.

Kopi ini tumbuh pada ketinggian 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Sehingga biji kopi ini mendapatkan manfaat dari tanah vulkanik yang subur dan iklim pegunungan yang sejuk. Kombinasi alam yang menghasilkan cita rasa khas asam segar berpadu dengan aroma floral dan sentuhan rasa buah tropis yang lembut.

Pada Desember 2025 lalu, Kopi Lemukih resmi mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari pemerintah Indonesia. Hal ini merupakan sebuah pengakuan hukum yang menjamin keaslian asal-usul dan kualitas produk. Setatus ini menempatkan Kopi Lemukih sejajar dengan produk-produk pertanian unggulan Indonesia yang diakui secara nasional maupun internasional.

Sudira mengatakan Bichito Coffee lebih dari Sekadar Kedai Kopi.Bichito Coffee lahir dari kecintaan mendalam terhadap kopi lokal dan komitmen untuk memberdayakan petani kopi di Bali Utara.

“Nama Bichito dalam bahasa Spanyol yang berarti serangga kecil, merefleksikan filosofi kami : ‘sekecil apapun peran yang dimainkan, setiap elemen dalam ekosistem memiliki arti yang besar’, ucap Wayan Sudira,SH, MH (13/04)

Menurutnya berlokasi di Bali Utara, Bichito Coffee menjadi jembatan antara kebun kopi Lemukih dan para penikmat kopi yang menghargai keaslian rasa.

Sudira menambahkan Setiap cangkir yang disajikan adalah perjalanan dari tanah ke tangan, dari proses panen manual oleh petani lokal, seleksi biji ketat, hingga proses roasting artisan yang menonjolkan karakter unik biji kopi Lemukih.

“Kami tidak hanya menjual kopi. Kami menceritakan kisah tanah Lemukih, keringat para petani, dan kebanggaan Bali Utara dalam setiap tegukan.” terang Wayan Sudira salah satu Tim Bichito Coffee.

Sudira Menuturkan Makna Sertifikat Indikasi Geografis bagi Kopi Lokal.Indikasi Geografis (IG) adalah hak kekayaan intelektual yang melindungi produk-produk dengan kualitas, reputasi, atau karakteristik tertentu yang secara esensial berhubungan dengan asal geografisnya. Bagi Kopi Lemukih, sertifikat ini bukan hanya sebuah label. Melainkan perlindungan nyata terhadap keaslian produk dan jaminan keberlanjutan bagi petani yang telah merawat tanaman kopi secara turun-temurun.

Dengan bergabungnya Kopi Lemukih dalam daftar produk IG Indonesia, peluang pasar domestik dan ekspor semakin terbuka lebar.

“Bichito Coffee berkomitmen menjadi salah satu garda terdepan dalam mempromosikan Kopi Lemukih bersertifikat ini kepada konsumen yang lebih luas,” pungkas Wayan Sudira Mantan Komisioner Bawaslu Buleleng ini

0Komentar

sn
sn
Special Ads