![]() |
| BPBD Buleleng Distribusikan Air Bersih Kepada Warga Terdampak Banjir Banjar,Jumat (12/3) |
SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten Buleleng terus melakukan langkah cepat dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Banjar. Salah satu upaya yang menjadi prioritas adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Hingga tanggal 12 Maret 2026, sebanyak 327.200 liter air bersih telah berhasil disalurkan kepada warga di sejumlah banjar dinas yang terdampak banjir.
Pendistribusian air bersih ini dilakukan secara intensif sebagai respons atas kerusakan jaringan pipa air yang terdampak terjangan banjir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng I Gede Suyasa saat dikonfirmasi, Jumat (12/3)
Gede Suyasa memastikan bahwa penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga proses perbaikan jaringan pipa air selesai dilaksanakan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Upaya distribusi air bersih tersebut melibatkan sinergi berbagai instansi pemerintah dan lembaga kemanusiaan, di antaranya Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Hita Buleleng, Palang Merah Indonesia Kabupaten Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali.
"Melalui koordinasi lintas sektor ini, pendistribusian air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak secara cepat dan merata," ungkapnya.
Adapun lokasi distribusi air bersih yang telah dilayani oleh masing-masing instansi meliputi Banjar Dinas Sekar, Banjar Dinas Ambengan, Banjar Dinas Santal, Banjar Dinas Dauh Margi, Banjar Dinas Dangin Margi, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Tangeb, Banjar Dinas Menasa, Banjar Dinas Corot, SDN 8 Banjar, Pura Subak Tanah Barak, Banjar Dinas Tampekan, Jembatan Tukad Tampekan, Banjar Dinas Abian, Banjar Dinas Siwa, dan Banjar Dinas Mayong.
Proses distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada tangki air yang secara bergantian mengisi penampungan air di titik-titik yang telah ditentukan. Warga kemudian dapat mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Koordinasi dengan perangkat desa dan relawan setempat juga dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tertib serta tepat sasaran," sambungnya.
Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih, berbagai elemen masyarakat juga menunjukkan solidaritasnya dalam membantu warga terdampak banjir. Sejumlah relawan dari berbagai komunitas turut menyalurkan bantuan logistik dan membantu proses distribusi bantuan di lapangan.
Gede Suyasa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanganan bencana ini. Sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Banjar.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan dari aparat desa dan petugas di lapangan selama proses penanganan bencana berlangsung.

0Komentar