![]() |
| Jembatan Shortcut Titik 7 Gitgit,Lokasi Korban Terjatuh |
SINGARAJA FM,-Kabar duka menyelimuti sebuah keluarga di Buleleng. I Putu Gede Pradnya Nolan Toli, seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan sidang skripsinya pada 19 Februari 2026, berpulang akibat musibah dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.
Sebelum kejadian nahas tersebut, Nolan sempat menghubungi orang tuanya melalui sambungan telepon. Dengan nada bahagia, ia mengabarkan bahwa proses jilid skripsi telah rampung dan pendaftaran yudisium juga sudah selesai. Ia menyampaikan rencananya untuk segera pulang ke Singaraja.
“Dia bilang ingin pulang dulu, mau buat kandang ayam,” kenang sang ayah dengan suara penuh haru. Percakapan itu menjadi komunikasi terakhir mereka.
Namun dalam perjalanan pulang, ponsel Nolan mendadak tidak dapat dihubungi. Pesan yang sebelumnya terkirim hanya menunjukkan satu tanda centang. Keluarga mulai merasa cemas hingga akhirnya menerima kabar duka.
Diketahui, Nolan memiliki hobi fotografi dan hampir selalu membawa kamera saku ke mana pun pergi. Saat kejadian, cuaca disebutkan baru saja diguyur hujan dan kondisi alam di sekitar lokasi tampak indah. Keluarga menduga Nolan sempat berhenti untuk mengambil gambar atau swafoto. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kamera yang ia bawa dalam kondisi terjatuh dan pecah di lokasi kejadian.
Pihak keluarga menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa Nolan adalah murni musibah. Mereka meyakini tidak ada hal yang mengarah pada tindakan disengaja.
“Kami sekeluarga meyakini ini adalah musibah bagi anak kami dan keluarga. Tidak ada hal yang mengarahkan Nolan mengambil jalan pintas kematian,” ujar keluarga.
Melalui pernyataan ini, keluarga juga memohon kepada masyarakat agar membantu meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial. Mereka berharap tidak ada spekulasi yang dapat menambah luka di tengah suasana duka
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh warga, semeton, dan masyarakat yang telah memberikan doa serta dukungan. “Mogi pianak tiang memargi antar menuju keabadian. Amor Ing Acintya.” tutupnya.

0Komentar