TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Berawal Dari Parkir, Berakhir Dengan Penembakan

Berawal Dari Parkir, Berakhir Dengan Penembakan

Daftar Isi
×
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz


SINGARAJA FM,-Adu Mulut Soal Parkir Berujung Penodongan. Kurir Nyaris Tewas Tertembak Senapan Angin  Insiden mengejutkan terjadi di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali,  pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. 

Seorang kurir asal Desa Banyuseri, I Komang DS, 30, nyaris meregang tewas setelah diduga ditembak menggunakan senapan angin.Pemicunya hal sepele, hanya karena persoalan cekcok saat sang kurir parkir di pinggir jalan.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, kejadian bermula saat korban mengantarkan barang ke rumah konsumen di Desa Panji menggunakan dua unit mobil.

Setibanya di sebuah persimpangan, korban mengaku kebingungan mencari alamat tujuan. Ia pun berhenti sejenak di pinggir jalan untuk memastikan lokasi.

“Korban saat itu berhenti untuk bertanya dan memastikan lokasi rumah konsumen. Namun ada warga yang merasa terganggu dengan posisi kendaraan tersebut,” jelas Yohana saat ditemui di Polres Buleleng pada Rabu (18/2/2026).

Warga yang dimaksud berinisial K, 45, asal Desa Panji. Sesuai laporan polisi, K disebut membunyikan klakson berulang kali dan meneriaki korban agar tidak berhenti di tengah jalan. 

Peristiwa itu sempat memicu adu mulut antara Komang DS dengan K. Usai adu mulut, keduanya sama-sama pergi.

Korban kemudian memilih melanjutkan perjalanan ke rumah konsumennya. Selang beberapa menit, situasi justru makin panas.

“Setelah korban tiba di rumah konsumen, terlapor bersama anaknya mendatangi lokasi dengan membawa senapan angin. Senjata tersebut kemudian diarahkan ke kepala korban,” ungkap Yohana.

Yohana menerangkan Melihat pelatuk ditekan, korban spontan menghindar. Peluru dari senapan angin itu dilaporkan sempat menyerempet rambut korban. 

Dalam kondisi panik, korban berusaha merebut senjata tersebut, tetapi dihalangi terlapor dan anaknya. Korban akhirnya berhasil menendang senapan angin hingga patah.

Tak hanya aksi penodongan, korban juga mengaku mendapat ancaman serius. “Terlapor sempat mengatakan ingin membunuh korban,” terangnya.

Yohana menambahkan Usai kejadian, korban masuk ke rumah konsumen untuk menyelamatkan diri. Kepala Desa Panji bersama Bhabinkamtibmas setempat sempat memfasilitasi mediasi. Namun korban menolak berdamai karena mengaku trauma atas peristiwa tersebut.

"Kejadian ini sempat dilakukan mediasi namun tidak menemukan titik temu hingga akhirnya korban melapor  ke Polres Buleleng "Pungkasnya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads